Gas Metan dari Timbunan Sampah di TPA Bekotok Mulai Dimanfaatkan Warga

Penulis : SultanAL

TENGGARONG – Gas metan yang muncul dari timbunan sampah ternyata menyimpan potensi besar sebagai sumber energi alternatif. Di Kutai Kartanegara (Kukar), gas ini mulai dimanfaatkan menjadi bahan bakar untuk kebutuhan dapur.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar kini mengolah gas metan yang dihasilkan dari tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bekotok, Tenggarong. Bahkan, pemanfaatannya sudah dirasakan langsung oleh lima keluarga di sekitar lokasi.

Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kukar, Irawan, menjelaskan bahwa penggunaan gas metan ini masih dilakukan secara sederhana dan tradisional.
“Gas metana ini bisa digunakan untuk memasak. Sekarang sudah ada sekitar lima rumah yang memanfaatkan gas tersebut,” kata Irawan.

Program ini merupakan bagian dari inovasi DLHK Kukar yang diberi nama “Mantan Terindah” singkatan dari Pemanfaatan Gas Metan Diodah Timbulan Sampah. Inisiatif tersebut telah berjalan sekitar satu setengah tahun sejak pengelolaan TPA Bekotok resmi dilimpahkan ke DLHK.

Meski masih tahap awal, hasilnya dinilai cukup membantu masyarakat di sekitar area TPA.
“Selama ini masyarakat bisa terbantu, walaupun masih sistem tradisional. Tekanan gasnya belum stabil, jadi belum bisa disalurkan lebih jauh,” jelasnya.

Dari hasil kajian awal, ada sekitar 26 kepala keluarga yang berpotensi menerima aliran gas metan jika sistemnya dikembangkan dan tekanan gas diperkuat.

“Kita berharap nanti ada pihak perusahaan yang bisa membantu dari sisi teknologi dan keamanan. Misalnya sistem pengaturan tekanan gasnya agar lebih aman digunakan,” ujarnya.

Irawan mencontohkan, pengelolaan gas metan di daerah seperti Balikpapan sudah berjalan baik berkat dukungan perusahaan melalui program CSR.

DLHK Kukar pun berharap hal serupa dapat diterapkan di TPA Bekotok.
“Kami ingin memanfaatkan gas metan ini lebih luas, tidak hanya untuk masyarakat sekitar TPA,” tutup Irawan.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram