Bebaca.id, TENGGARONG – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kutai Kartanegara (Kukar) resmi melantik 37 pengurus baru periode kepengurusan terbaru di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Minggu (28/6/2026). Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kukar dalam meningkatkan pemerataan layanan kesehatan, khususnya pemenuhan tenaga dokter di seluruh wilayah.
Pelantikan dirangkaikan dengan kegiatan bakti sosial yang menghadirkan berbagai layanan kesehatan gratis bagi masyarakat sebagai bentuk pengabdian profesi kepada warga.
Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, mengapresiasi langkah IDI Cabang Kukar dan IDI Wilayah Kalimantan Timur yang tidak hanya mengukuhkan kepengurusan baru, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara kami memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada IDI Cabang Kutai Kartanegara dan IDI Wilayah Kalimantan Timur. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Aulia.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi profesi menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kukar. Ia berharap kegiatan sosial serupa dapat terus dilaksanakan dan menjangkau seluruh 20 kecamatan.
Aulia juga menyoroti masih belum meratanya distribusi tenaga dokter di sejumlah fasilitas kesehatan. Hingga saat ini, Puskesmas di Kecamatan Tabang dan Muara Wis masih belum memiliki dokter.
“Kami berharap melalui sinergi yang baik dengan IDI dapat dirumuskan kebijakan sehingga para dokter bersedia bertugas di seluruh wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara, sehingga tidak ada lagi puskesmas yang kosong,” katanya.
Sementara itu, Ketua IDI Cabang Kukar, dr. Arif Risdianto, menegaskan kepengurusan yang baru siap mendukung program Pemerintah Kabupaten Kukar, terutama dalam memenuhi kebutuhan dokter umum maupun dokter spesialis.
“Kami siap mendukung sepenuhnya program pemerintah daerah. Jika Kabupaten Kutai Kartanegara membutuhkan dokter umum ataupun dokter spesialis, kami siap membantu memenuhi kebutuhan tersebut,” ujarnya.
Arif menjelaskan, IDI telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memetakan wilayah yang masih mengalami kekurangan tenaga medis. Selain itu, pihaknya juga menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi guna menyiapkan dokter-dokter baru yang nantinya dapat ditempatkan di daerah yang membutuhkan.
“Kami berharap dalam waktu yang tidak terlalu lama sudah ada dokter baru yang siap mengisi daerah-daerah yang masih kosong,” katanya.
Tak hanya fokus pada pemerataan tenaga medis, IDI juga berkomitmen meningkatkan kompetensi dokter umum agar dapat melanjutkan pendidikan sebagai dokter spesialis sesuai kebutuhan pelayanan kesehatan di Kukar. Program tersebut mendapat dukungan pembiayaan dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara.
Arif berharap perhatian terhadap kesejahteraan dokter dan tenaga kesehatan terus ditingkatkan sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan semakin optimal.
Saat ini, IDI Cabang Kukar memiliki sekitar 265 anggota aktif yang bertugas di rumah sakit, puskesmas, klinik swasta, hingga fasilitas kesehatan perusahaan yang tersebar di berbagai kecamatan.
Rangkaian pelantikan juga diisi dengan bakti sosial yang melibatkan sejumlah organisasi profesi kesehatan, seperti Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), serta Dinas Kesehatan Kukar. Beragam layanan diberikan secara cuma-cuma, mulai dari donor darah, skrining penyakit tidak menular, pemeriksaan kesehatan mata, layanan kesehatan jiwa, pemeriksaan tumbuh kembang dan gizi anak, hingga edukasi kesehatan oleh dokter spesialis jantung, saraf, mata, dan anak.
“Kami akan terus melaksanakan kegiatan seperti ini secara berkala di berbagai wilayah di Kutai Kartanegara dan seluruh pelayanannya diberikan secara gratis kepada masyarakat,” tutup Arif.



