Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Kutai Kartanegara, Dendy Irwan Fahriza.

Perluas Peluang Kerja, Kukar Fasilitasi Pelatihan Magang ke Luar Negeri

Bebaca.id, Kutai Kartanegara – Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai memetakan peluang emas bagi para alumni pelatihan kompetensi untuk mengikuti program magang internasional yang difasilitasi oleh pemerintah pusat.

Sebagai langkah awal, Kepala Distransnaker Kukar, Dendy Irwan Fahriza, menjelaskan bahwa pihaknya tengah berupaya menggali minat para alumni pelatihan yang selama ini telah mendapatkan pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.

Secara spesifik pada tahun 2026 ini, tercatat ada sebanyak 305 orang yang telah mengikuti pelatihan kompetensi melalui pembiayaan APBD. Seluruh peserta tersebut nantinya akan dihubungi kembali guna mengetahui tingkat ketertarikan mereka terhadap peluang bekerja di luar negeri.

“Jadi ada program dari pemerintah pusat, di mana nanti alumni pelatihan-pelatihan kompetensi yang sudah dibiayai baik dari APBD maupun dari CSR, itu akan kita gali lebih dalam peminatannya. Jadi misalnya dari saat ini di tahun 2026 ada 305 orang yang sudah kita latih melalui APBD,” ungkap Dendy, pada Selasa (20/10/2026).

Rencananya, proses pendataan tersebut akan dilakukan secara intensif melalui pertemuan daring menggunakan platform Zoom. Melalui tahapan itu, Distransnaker Kukar ingin mengidentifikasi secara pasti siapa saja yang berminat mengikuti program, sekaligus memiliki peluang untuk mengaplikasikan kompetensi mereka di pasar kerja internasional.

Bagi Dendy, program inisiasi dari Kementerian Ketenagakerjaan tersebut sejatinya menjadi peluang emas bagi para alumni pelatihan dalam mengembangkan keterampilan teknis sekaligus memperoleh pengalaman kerja berharga di luar negeri.

Adapun bentuk fasilitasi yang telah disiapkan oleh pemerintah pusat mencakup seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari proses pelatihan, tahapan keberangkatan, hingga pengurusan kelengkapan perizinan.

“Ketika berminat bekerja di luar negeri nanti akan terfasilitasi mulai dari keberangkatannya, pelatihannya sampai dengan perizinannya oleh Kementerian Tenaga Kerja,” bebernya.

Menyikapi potensi tersebut, Distransnaker Kukar berencana menjadikan program ini sebagai salah satu fokus utama pada penghujung tahun 2026 hingga 2027 mendatang. Kesempatan ini dinilai sangat sayang jika dilewatkan, terutama karena para peserta berhak mendapatkan fasilitasi program secara gratis atau tanpa dipungut biaya.

Kendati demikian, setiap calon peserta nantinya tetap diwajibkan untuk melalui serangkaian tahapan seleksi. Proses penyaringan ini akan dieksekusi langsung oleh Kementerian Ketenagakerjaan dengan membuka kemungkinan pelibatan dinas terkait di tingkat kabupaten dan kota.

Terkait mekanisme pendaftaran, para calon peserta akan langsung diarahkan untuk menggunakan aplikasi Siap Kerja milik Kementerian Ketenagakerjaan. Berbagai informasi lebih lanjut mengenai tata cara pendaftaran beserta persyaratannya akan segera disampaikan kepada publik setelah petunjuk teknis resminya diterbitkan.

“Nanti ada seleksinya, seleksi akan dilakukan oleh kementerian maupun melibatkan kami dinas di kabupaten kota. Daftarnya mungkin nanti di aplikasi Siap Kerja yang kementerian, nanti akan ada petunjuk lebih lanjut, nanti kami expose di media sosial kami,” terangnya.

Tidak hanya berfokus pada seleksi administrasi, proses verifikasi lapangan juga sangat dimungkinkan untuk dilakukan oleh jajaran Distransnaker maupun tim khusus yang dibentuk oleh Kementerian Ketenagakerjaan. Tahapan ini menjadi bagian krusial dari proses verifikasi untuk memastikan seluruh calon peserta benar-benar memenuhi ketentuan program yang berlaku.

“Verifikasi lapangan dari bisa dari Distransnaker atau ada tim bentukan dari Kementerian Tenaga Kerja,” imbuhnya.

Pada akhirnya, pemetaan minat alumni pelatihan ini diharapkan mampu menjadi langkah awal yang solid untuk membuka akses seluas-luasnya bagi para tenaga kerja lokal di Kukar.

“Dengan begitu, pelatihan yang telah diberikan melalui anggaran daerah maupun dukungan perusahaan tidak berhenti pada peningkatan kompetensi semata, tetapi juga berpotensi menjadi bekal memasuki pasar kerja yang lebih luas,” tandas Dendy.

(*adv/diskominfo)

Editor : Reihan Noor

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?