Bebaca.id, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus mendorong perluasan akses keuangan masyarakat melalui realisasi program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Sebagai salah satu langkah konkretnya, pemerintah daerah tengah menyiapkan implementasi Kredit Kukar Idaman Terbaik dengan skema subsidi bunga pinjaman bagi masyarakat.
Terkait program ini, Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan hal tersebut menjadi salah satu upaya strategis pemerintah daerah untuk menjaga geliat perekonomian, mulai dari tingkat daerah hingga nasional.
Menurutnya, inisiatif itu sangat sejalan dengan substansi keikutsertaannya dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) TPAKD Tahun 2026, yang digelar di Grand Ballroom Convention, JIExpo Jakarta, pada Kamis (22/10/2026) lalu.
Lebih jauh Aulia menjelaskan, dalam upaya menjaga perekonomian, terdapat dua tim yang menjadi perhatian utama pemerintah daerah, yakni Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan TPAKD. Keduanya memiliki fokus kerja yang berbeda, tetapi sama-sama saling mendukung kestabilan dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kalau kita di Kukar ini, kan ada dua tuh. Yaitu pertama dibentuk tim TPID, namanya Tim Pengendalian Inflasi Daerah, melalui tim tersebut Kukar selalu menjadi juara satu untuk wilayah Pulau Kalimantan,” ungkapnya, Jumat (23/10/2026).
Dirinya menyebut, dalam aspek pengendalian inflasi Kukar berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih peringkat pertama di wilayah Kalimantan selama empat tahun berturut-turut. Capaian membanggakan tersebut kembali diumumkan berdasarkan penilaian yang dilakukan per wilayah pulau.
“Sudah empat tahun kita menjadi juara satu berturut-turut. Kemarin juga sudah diumumkan kita menjadi juara satu tingkat Pulau Kalimantan, karena penilaiannya itu berdasarkan pulau,” tambahnya.
Sementara untuk program TPAKD, Aulia memastikan bahwa Pemkab Kukar masih terus berupaya memperkuat akses masyarakat terhadap layanan keuangan, terutama fasilitas pembiayaan bagi kelompok produktif.
Salah satu wujud nyatanya direalisasikan melalui Kredit Kukar Idaman Terbaik yang dirancang khusus untuk membantu kalangan petani, nelayan, peternak, dan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
“Nah, kalau untuk TPAKD, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah, itu memang kita lagi mengejar untuk itu. Nah, salah satunya implementasi Kredit Kukar Idaman Terbaik. Itu merupakan salah satu wujud program dari TPAKD,” bebernya.
Dalam skema pembiayaan tersebut, pemerintah daerah akan mengambil peran untuk menanggung bunga pinjaman yang dibebankan oleh pihak perbankan. Dengan begitu, masyarakat yang berstatus sebagai debitur cukup mengembalikan pokok pinjaman tanpa harus dipusingkan dengan tanggungan bunga kredit.
Secara lebih rinci, Aulia kemudian memberikan gambaran mengenai skema pembiayaan yang disiapkan. Ia mencontohkan, jika masyarakat mengajukan pinjaman sebesar Rp50 juta, maka nilai pokok yang harus dikembalikan akan tetap Rp50 juta. Sementara untuk bunga pinjaman yang berkisar 9 hingga 12 persen sepenuhnya akan ditanggung oleh pemerintah daerah melalui skema subsidi.
“Mereka hanya membayar pokoknya saja. Jadi misalnya meminjam Rp50 juta, yang dibayar Rp50 jutanya saja. Bunganya yang margin antara 9–12 persen itu ditanggung oleh pemerintah daerah,” tandasnya.
Melalui program unggulan tersebut, Pemkab Kukar sangat berharap akses pembiayaan bagi masyarakat produktif dapat semakin terbuka lebar, sehingga mampu mendukung pengembangan usaha mandiri sekaligus menjaga perputaran roda ekonomi daerah secara berkelanjutan.
(*adv/diskominfo)
Editor : Reihan Noor



