IST Sektor pertanian di Kecamatan Samboja

Samboja Perkuat Sektor Pertanian, Siap Jadi Penopang Pangan IKN

Penulis : SultanAL

TENGGARONG — Sektor pertanian di Kecamatan Samboja menunjukkan tren perkembangan yang positif sepanjang 2025. Camat Samboja, Damsik, mengungkapkan bahwa wilayahnya telah ditetapkan sebagai salah satu kecamatan lumbung pangan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional. Titik-titik pertanian yang mendapat intervensi program tersebar di Handil Baru, Handil Baru Darat, sebagian Muara Sembilan, dan Bukit Raya.

Damsik menjelaskan, fokus utama pengembangan berada pada komoditas padi yang dinilai strategis dan memiliki kontribusi besar bagi ketahanan pangan daerah. Selain padi, warga Samboja juga membudidayakan singkong serta tanaman perkebunan seperti kelapa sawit.

Dalam setahun, petani di Samboja dapat melakukan dua kali masa panen padi, bergantung pada kondisi cuaca. Memasuki musim hujan, aktivitas tanam kembali berjalan.

“Alhamdulillah sekarang sudah mulai musim tanam lagi setelah panen kemarin,” ujarnya, Sabtu (22/11/2025).

Meski tidak membeberkan angka pasti produksi padi per hektare, Damsik menyebut hasil panen tahun ini mengalami peningkatan yang cukup menggembirakan. Sebelumnya, panen raya bersama Wakil Bupati Kukar sempat dijadwalkan berlangsung di Bukit Raya, namun tertunda karena kesibukan.

Dari sisi infrastruktur, beberapa saluran irigasi sekunder telah dibangun melalui dukungan Pemerintah Provinsi Kaltim. Namun, masih ada kendala pada saluran pembagi yang belum sepenuhnya menjangkau area persawahan warga. Ia berharap pembangunan jaringan irigasi dapat dituntaskan agar distribusi air semakin lancar.

Untuk memperkuat tata niaga pertanian, Kecamatan Samboja tengah mendorong pembentukan Koperasi Merah Putih yang ditargetkan mulai aktif pada 2026. Koperasi tersebut diproyeksikan menjadi lembaga yang menangani pemasaran, penyimpanan, hingga penampungan hasil produksi petani.

Koperasi ini juga direncanakan membangun gudang dan fasilitas penampungan pada beberapa titik strategis sehingga petani tidak lagi bergantung pada tengkulak maupun fluktuasi harga pasar.
“Harapannya agribisnis bisa berjalan lebih baik,” tambahnya.

Damsik menekankan, penguatan sektor pertanian di Samboja penting dilakukan karena wilayahnya termasuk dalam delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN). Dengan posisi tersebut, Samboja memiliki peluang besar menjadi salah satu penopang suplai pangan ke kawasan inti IKN.

“Kami ingin pertanian Samboja menjadi salah satu penopang utama bagi IKN nantinya,” pungkasnya.

Foto : Ist

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram