Penulis: SultanAL
Kutai Kartanegara – Lanjong Art Festival (LAF) kembali menggeliat setelah sempat vakum beberapa tahun. Selama enam hari penuh, festival seni yang menjadi salah satu ikon budaya Kutai Kartanegara ini sukses menyedot perhatian ribuan penonton dengan deretan pertunjukan spektakuler, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.
Atmosfer kemeriahan terasa sejak hari pertama, ketika panggung megah dihidupkan oleh penampilan seniman lintas daerah yang memadukan tradisi, musik, tari, hingga teater kontemporer. Kehadiran seniman luar negeri kian menegaskan bahwa festival ini telah naik kelas menjadi ajang seni bertaraf internasional.
Dedi Nala Arung, Dewan Pembina Yayasan Lanjong Tenggarong, tak kuasa menyembunyikan rasa syukurnya atas antusiasme masyarakat. Ia menyebut dukungan dan kehadiran penonton selama enam hari penuh menjadi energi besar bagi keberlangsungan LAF.
“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung acara ini selama enam hari penuh. Meskipun hanya hadir, itu sudah merupakan sumbangsih besar dan bentuk apresiasi tinggi bagi kesenian semacam ini,” ujarnya dengan penuh semangat.
Menurutnya, edisi LAF kali ini memang terasa lebih istimewa. Selain karena lama vakum, kualitas pertunjukan yang dihadirkan jauh lebih berwarna dan berkelas.
“Saya tidak hafal persis berapa daerah atau negaranya, tapi yang jelas tahun ini levelnya internasional. Mungkin karena lama vakum, sehingga semangat untuk merayakannya luar biasa,” tambahnya.
Tak hanya berhenti pada gelaran festival, pihak penyelenggara juga menegaskan komitmennya untuk terus melakukan evaluasi serta menyiapkan program budaya lain di luar LAF. Meskipun festival ini dijadwalkan rutin setiap dua tahun sekali, Lanjong tetap ingin memberi ruang kreatif yang lebih luas bagi masyarakat Kukar.
“Yang jelas kalau LAF memang dua tahun sekali. Tetapi di antara itu mungkin saja nanti Lanjong punya program lain yang tidak kalah seru. Kami ingin memberi lebih banyak ruang kepada teman-teman untuk melihat pertunjukan-pertunjukan bagus di Kukar,” jelas Nala Arung.
Di penghujung acara, ia menyampaikan apresiasi khusus untuk insan media yang dinilai punya peran vital dalam menyebarkan gaung festival ini ke khalayak luas.
“Terima kasih untuk teman-teman media atas dukungannya selama enam hari ini. Luar biasa, karena tanpa media, acara semacam ini bisa saja lewat begitu saja,” pungkasnya.
Kembalinya Lanjong Art Festival menjadi bukti nyata bahwa Kutai Kartanegara memiliki ekosistem seni dan budaya yang terus bertumbuh. Dengan gaung internasional yang mulai terbentuk, LAF tak hanya memperkaya khazanah seni lokal, tetapi juga mengukuhkan posisi Kukar sebagai pusat pertunjukan budaya yang patut diperhitungkan di Indonesia.



