Bebaca.id, MINNEAPOLIS – Penembakan seorang warga negara Amerika Serikat oleh petugas Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) di Minneapolis memicu gelombang kecaman publik serta respons keras dari Presiden AS Donald Trump. Insiden tersebut terjadi pada Sabtu (24/1/2026) waktu setempat dan berujung pada kematian Alex Pretti (37).
Kejadian itu langsung menyulut aksi protes di berbagai kota. Di Minneapolis, ratusan massa turun ke jalan menghadapi aparat bersenjata yang menggunakan gas air mata dan granat kejut. Gelombang demonstrasi serupa juga meluas ke New York, Washington DC, hingga San Francisco.
Versi resmi pemerintah menyebutkan penembakan dilakukan sebagai bentuk pembelaan diri. Departemen Keamanan Dalam Negeri menyatakan seorang agen patroli perbatasan melepaskan tembakan setelah seorang pria disebut mendekat dengan pistol dan melakukan perlawanan saat hendak dilucuti.
Namun, rekaman video saksi yang diverifikasi Reuters memperlihatkan situasi berbeda. Dalam video tersebut, Pretti tampak memegang ponsel, bukan senjata api. Ia terlihat merekam agen federal yang mendorong sejumlah demonstran hingga terjatuh di tanah.
Dalam rekaman itu, Pretti bergerak di antara agen dan seorang wanita yang jatuh, lalu mengangkat tangan kirinya saat disemprot merica. Ketika mencoba menolong, ia ditarik paksa dan dipaksa berlutut. Tak lama kemudian, seorang petugas mengarahkan pistol ke punggungnya dan melepaskan empat tembakan beruntun.
Beberapa tembakan lain terdengar sesudahnya sebelum para agen menjauh dari tubuh Pretti. Sebagian petugas kemudian memberikan pertolongan medis, sementara yang lain menghalau warga agar tidak mendekat ke lokasi kejadian.
Situasi tersebut memperuncing ketegangan antara pemerintah federal dan pejabat negara bagian. Sebelumnya, perselisihan juga muncul terkait kasus penembakan warga lain bernama Renee Good pada 7 Januari lalu yang penyelidikannya tidak melibatkan aparat lokal.
Menanggapi situasi Minneapolis, Presiden Donald Trump menuding Wali Kota setempat menghasut pemberontakan. Pernyataan itu menambah panas suasana politik di tengah kritik luas terhadap tindakan aparat federal.
Pihak keluarga Pretti menyebut korban merupakan seorang perawat. Mereka menggambarkannya sebagai pribadi yang penuh kepedulian terhadap orang-orang di sekitarnya.
“Pretti adalah jiwa yang baik hati yang sangat peduli pada keluarga dan teman-temannya dan mereka yang ia rawat di rumah sakit Veteran Affairs (VA) Minneapolis,” kata orang tuanya dalam pernyataan resmi.
sumber : https://news.detik.com/internasional/d-8326721/miris-komentar-trump-buntut-penembakan-maut-di-minneapolis



