Penulis : SultanAL
TENGGARONG — Rektor Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), Ince Raden, menegaskan pentingnya pendidikan karakter sebagai fondasi ketahanan sosial dan budaya di tingkat Rukun Tetangga (RT).
Ia menyampaikan bahwa program pendidikan karakter perlu disusun secara terencana, dieksekusi dengan maksimal, dan diawasi lewat mekanisme monitoring serta evaluasi yang transparan.
“Program itu menurut hemat saya perlu dilakukan dengan baik planning-nya, bisa tereksekusi optimal, dan evaluasinya harus benar-benar transparan dan akuntabel,” jelasnya, Sabtu (20/9/2025).
Ince Raden juga menyinggung rencana pemerintah daerah yang akan mengucurkan bantuan dana Rp150 juta per RT. Menurutnya, dana tersebut harus benar-benar dimanfaatkan untuk program nyata yang sesuai kebutuhan masyarakat.
“RT-RT kita di Kukar punya problematikanya sendiri, entah itu soal keamanan, lingkungan, persampahan, konflik sosial, atau menghidupkan seni budaya. Dana itu harus bisa menjawab persoalan itu,” tambahnya.
Lebih jauh, ia berharap program ini tidak hanya sekadar administrasi, melainkan bisa menghasilkan dampak nyata menurunnya konflik sosial, meningkatnya rasa gotong royong, serta tumbuhnya empati antarwarga.
“Seorang ketua RT harus punya kepemimpinan kuat. Forum-forum dialog perlu dibangun supaya konflik bisa diselesaikan secara kolektif,” ucapnya.
Ia menegaskan, RT adalah unit organisasi terkecil di masyarakat, tapi perannya sangat besar dalam membantu pemerintah kabupaten menyelesaikan masalah sejak dini.
“Kalau masalah di level RT bisa selesai, maka tidak akan melebar ke tingkat yang lebih besar. Program ini adalah investasi panjang untuk membangun Kukar yang terbaik,” pungkasnya.



