Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Akbar Haka

Akbar Haka Ajak Anak Muda Pulang Bangun Daerah

Penulis : SultanAL

TENGGARONG – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-243 Kota Tenggarong menjadi momentum refleksi. Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Akbar Haka, mengingatkan pentingnya peran generasi muda dalam membangun daerah.

Menurutnya, usia 243 tahun bukanlah usia yang muda bagi sebuah kota. Tenggarong sebagai ibu kota Kukar sekaligus kota bersejarah di Kalimantan Timur harus mampu menjaga identitas sekaligus beradaptasi dengan zaman.

“Selamat ulang tahun ke-243 untuk Kota Tenggarong. Usia ini sudah cukup tua, sebagai kota yang berada di jantung Kalimantan Timur dan punya sejarah besar membawa peradaban Nusantara,” ujarnya.

Akbar menilai, keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) akan memberi peluang besar. Karena itu, Tenggarong harus mampu mengambil peran strategis ke depan.

“Harapannya Tenggarong sebagai pusat pemerintahan dan ibu kota Kukar bisa menjadi mitra strategis IKN,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran generasi muda. Akbar berharap mereka yang menempuh pendidikan di luar daerah bisa kembali untuk berkontribusi.

“Buat anak-anak muda yang kuliah di luar, setelah lulus jangan berkarier di luar. Balik, bangun Tenggarong dan Kukar. Karena sebaik-baiknya tempat adalah rumah sendiri,” tegasnya.

Dalam 10 hingga 15 tahun mendatang, ketika IKN berjalan penuh, kata Akbar, anak muda harus sudah siap mengambil peran penting.

“Harapannya anak-anak muda bisa mengabdikan diri di Tenggarong dan membawa peradaban yang lebih maju lagi,” pungkasnya.

Selain soal generasi muda, Akbar juga menyoroti persoalan pembangunan yang masih jadi keluhan masyarakat, mulai dari infrastruktur, ruang publik, hingga pengelolaan sampah. Ia menyebut masih ada titik blind spot internet di Tenggarong.

“Di Tenggarong masih ada titik blind spot, misalnya di Besamar. Padahal akses internet sangat penting, dan ini harus kita fasilitasi,” katanya.

Ruang publik representatif, menurutnya, juga menjadi kebutuhan mendesak agar masyarakat punya ruang untuk berkreasi, berdiskusi, sekaligus bersantai.

“Ruang publik itu penting sekali. Dari nongkrong, ngopi, ngobrol, bisa lahir ide-ide baru untuk kota,” ungkapnya.

Ia berharap fasilitas ruang publik seperti Taman Titi Nol dan Taman Tanjong terus dibenahi.

“Fasilitas MCK, food court, sanitasi, sampai penerangan harus diperhatikan. Kalau ruang publik nyaman, banyak ide-ide baru lahir dari masyarakat,” tambahnya.

Akbar menutup dengan ajakan agar HUT ke-243 Tenggarong menjadi momentum persatuan.

“Mari sama-sama kita jaga dan bangun Tenggarong. Karena kota ini bukan hanya milik pemerintah, tapi milik kita semua, terutama generasi mudanya,” pungkasnya.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram