Penulis : SultanAL
TENGGARONG – Polres Kutai Kartanegara (Kukar) mencatat tren positif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sepanjang 2025. Berdasarkan rilis akhir tahun, jumlah tindak pidana yang masuk mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Data menunjukkan, crime total pada 2025 tercatat sebanyak 656 kasus, turun 42 kasus atau 6 persen dibandingkan 2024 yang mencapai 698 kasus. Sementara itu, crime clearance atau penyelesaian perkara tercatat sebanyak 481 kasus .
Kapolres Kutai Kartanegara, AKBP Khairul Basyar, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran serta dukungan masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah.
“Penurunan angka kriminalitas ini menunjukkan upaya pencegahan dan penegakan hukum yang kami lakukan berjalan efektif. Kami terus mengedepankan langkah preventif, preemtif, serta penindakan yang profesional,” ujar Khairul Basyar dalam rilis akhir tahun, Selasa (31/12/2025).
Penurunan paling menonjol terjadi pada kejahatan transnasional yang turun lebih dari 20 persen. Sementara kejahatan konvensional relatif stabil dan kasus terkait kekayaan negara masih dalam kategori terkendali.
Di bidang pemberantasan narkotika, Polres Kukar mencatat hasil signifikan. Sepanjang 2025, jumlah kasus narkoba turun dari 266 kasus menjadi 211 kasus, atau menurun sekitar 20 persen. Jumlah tersangka juga berkurang, baik laki-laki maupun perempuan.
Meski jumlah kasus menurun, barang bukti yang diamankan justru meningkat. Polisi menyita lebih dari 2,3 kilogram sabu-sabu, 1,6 kilogram ganja, serta ribuan butir obat keras.
“Ini menandakan bahwa meskipun jumlah kasus menurun, pengungkapan yang kami lakukan menyasar jaringan dan pelaku dengan skala lebih besar,” jelas Khairul.
Di sektor lalu lintas, angka kecelakaan juga menunjukkan tren penurunan. Kasus laka lantas turun dari 99 menjadi 93 kasus, sementara korban meninggal dunia berkurang hampir 44 persen. Kerugian materiil akibat kecelakaan lalu lintas pun turun lebih dari Rp12 miliar.
Namun, penegakan hukum lalu lintas mengalami peningkatan. Jumlah tilang naik sekitar 12 persen, seiring dengan upaya meningkatkan disiplin masyarakat di jalan raya.
Dari sisi internal, Polres Kukar masih menghadapi keterbatasan jumlah personel. Dari kebutuhan ideal 1.489 personel, jumlah riil baru terpenuhi sekitar 55 persen. Kendati demikian, kinerja tetap dijaga melalui optimalisasi tugas dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Selain penegakan hukum, Polres Kukar juga mengembangkan berbagai inovasi pelayanan publik, seperti Warung Berkah, Gerai Kesehatan, layanan Pantau BPKB Etam, pengisian formulir SIM secara daring, hingga penerbitan SIM bagi penyandang disabilitas tunarungu.
“Ke depan, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan yang humanis, transparan, dan mudah diakses masyarakat, sekaligus menjaga situasi Kukar tetap aman dan kondusif,” pungkasnya.



