Sekitar 5.000 masker disiapkan untuk membantu mengurangi paparan asap terhadap warga,

ISPU Tenggarong Tembus 210,5, BPBD Kukar Sebar 5.000 Masker di Tengah Kabut Asap

Bebaca.id, TENGGARONG – Kualitas udara di Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), memburuk seiring kabut asap yang menyelimuti sejumlah kawasan, Kamis (17/9/2026). Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tercatat berada di angka 210,5 atau masuk kategori sangat tidak sehat.

Kondisi tersebut membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar turun ke sejumlah titik untuk membagikan masker kepada masyarakat.

Sekitar 5.000 masker disiapkan untuk membantu mengurangi paparan asap terhadap warga, terutama mereka yang masih harus beraktivitas di luar ruangan.

Salah satu lokasi pembagian berada di Lampu Merah Simpang 3 Kumala, Jalan K.H. Ahmad Muksin, Kelurahan Melayu, Tenggarong.

Petugas BPBD Kukar bersama relawan Palang Merah Indonesia (PMI) membagikan masker kepada pengendara yang melintas di kawasan tersebut.

Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kukar Sigit Imam Prasetyo mengatakan pembagian tidak hanya dilakukan di satu lokasi.

Empat titik yang memiliki aktivitas masyarakat cukup tinggi dipilih sebagai lokasi pendistribusian masker.

“Pembagian masker hari ini kita ada empat titik mungkinan ya, ada di SMA Negeri 1, SMA Negeri 2, di Simpang 3 Kumala dengan Simpang 4 UNIKARTA,” kata Sigit.

BPBD Kukar menyiapkan sekitar 5.000 masker untuk didistribusikan di empat lokasi tersebut.

Langkah itu dilakukan setelah kondisi udara di Tenggarong menunjukkan tingkat pencemaran yang perlu diwaspadai masyarakat.

Berdasarkan catatan BPBD Kukar, ISPU Tenggarong berada pada angka 210,5.

“Sekitar 210,5,” ujar Sigit saat ditanya mengenai kondisi ISPU di Tenggarong.

Menurut Sigit, kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah kawasan Kukar.

Ia juga menyebut kondisi cuaca turut memengaruhi tingkat kepekatan asap yang dirasakan masyarakat.

“Ini dampak akibat karhutla, kebakaran hutan kan karena kemarin ada hujan. Hujan jadi menimbulkan asap yang pekat,” jelasnya.

BPBD memperkirakan kabut asap masih berpotensi bertahan dalam dua hingga tiga hari ke depan.

Namun, perkiraan tersebut dapat berubah bergantung pada kondisi cuaca dan kemungkinan kembali turunnya hujan.

“Ini kemungkinan ya kita perkirakan ya dari saya itu mungkin sampai dua atau tiga hari. Kita lihat kondisinya kalau hujan lagi kemungkinan bisa cepat lah ini berkurang,” katanya.

Hingga Kamis, Sigit menyebut hujan belum kembali turun untuk membantu mengurangi kepekatan kabut asap.

“Tapi karena kondisinya kan belum ada hujan yang turun,” sebutnya.

Dengan kualitas udara yang berada pada kategori sangat tidak sehat, masyarakat diimbau menggunakan masker ketika terpaksa melakukan aktivitas di luar ruangan.

Warga juga disarankan mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak memiliki kepentingan mendesak selama kabut asap masih pekat.

Perhatian lebih diperlukan bagi kelompok rentan, terutama anak-anak, lanjut usia serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?