Jakarta – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky akhirnya menyetujui draf revisi terbaru usulan damai yang diajukan Amerika Serikat untuk menghentikan perang Rusia–Ukraina. Langkah ini dinilai sebagai titik balik penting setelah versi sebelumnya menuai kritik keras dari sejumlah negara Eropa karena dianggap terlalu menguntungkan Rusia.
Keputusan Zelensky disampaikan lewat pidato hariannya. Ia menyebut bahwa prinsip-prinsip dalam draf baru yang dibuat AS “dapat diperluas menjadi kesepakatan yang lebih mendalam” dan menegaskan bahwa keberhasilan proses perdamaian akan sangat bergantung pada peran Amerika Serikat.
“Saya mengharapkan kerja sama aktif lebih lanjut dengan pihak Amerika dan dengan Presiden Donald Trump. Banyak hal bergantung pada Amerika, karena Rusia sangat memperhatikan kekuatan Amerika,” ujar Zelensky, dikutip dari AFP.
Sebelumnya, Washington terpaksa merevisi draf usulan damai karena beberapa poin dinilai terlalu pro-Moskow. Sejumlah negara Eropa menilai bahwa dokumen awal tidak mencerminkan kepentingan Ukraina serta mengabaikan berbagai pelanggaran yang dilakukan Rusia selama perang.
Dalam revisi terbaru, AS disebut mengakomodasi kekhawatiran dari sekutu Eropa dan memperbaiki sejumlah pasal yang dianggap berpotensi menguntungkan Kremlin.
Zelensky menyambut perubahan tersebut dan menyatakan Ukraina siap melangkah lebih jauh.
“Ukraina memiliki kerangka kerja yang dikerjakan tim kami di Jenewa. Kerangka kerja tersebut harus dibahas dan kami siap melangkah maju bersama Amerika Serikat dengan keterlibatan langsung Presiden Trump dan Eropa,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengakui masih ada beberapa “poin sensitif” yang harus dinegosiasikan lebih lanjut.
Zelensky menegaskan dirinya “siap bertemu” langsung dengan Presiden AS Donald Trump untuk mendiskusikan berbagai isu kritis dalam rencana damai tersebut. Ia menyampaikan bahwa peran Trump secara pribadi akan berpengaruh besar terhadap dinamika negosiasi.
Selain itu, Zelensky mendesak agar para pemimpin Eropa terlibat penuh dalam pembahasan. Baginya, keputusan mengenai keamanan Eropa tidak boleh dilakukan tanpa keterlibatan negara-negara Eropa itu sendiri.
“Keputusan keamanan tentang Eropa harus melibatkan Eropa,” tegas Zelensky.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump memastikan bahwa utusannya, Steve Witkoff, akan segera berangkat ke Moskow untuk bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin guna membahas proses perdamaian. Trump juga menyebut bahwa menantunya, Jared Kushner, kemungkinan ikut serta.
“Witkoff kemungkinan akan berangkat bersama Jared. Saya tidak yakin soal keberangkatan Jared, tapi ia terlibat dalam proses… dan mereka akan bertemu Presiden Putin. Saya percaya kemungkinan pekan depan,” ujar Trump, seperti dikutip AFP.
Langkah ini menandai peran langsung pemerintahan Trump dalam mendorong negosiasi antara Ukraina dan Rusia, terutama setelah beberapa bulan terakhir Washington menunjukkan inisiatif baru untuk mengakhiri konflik.
Dengan Zelensky membuka pintu terhadap draf damai baru AS dan Trump mengirim utusan ke Moskow, proses diplomasi memasuki fase krusial. Keterlibatan aktif Amerika Serikat, Rusia, Ukraina, dan negara-negara Eropa berpotensi membuka jalan menuju gencatan senjata—meski masih menyisakan banyak tantangan politik dan keamanan.
Semua mata kini tertuju pada langkah lanjut Zelensky, Trump, dan Putin dalam beberapa minggu ke depan. Jika negosiasi berjalan lancar, dunia mungkin menyaksikan titik awal dari berakhirnya salah satu konflik terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II.



