Bebaca.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali menyampaikan pembaruan terbaru terkait dampak bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera dalam beberapa waktu terakhir. Hingga Senin (15/12/2025), jumlah korban jiwa akibat rangkaian bencana hidrometeorologi tersebut terus meningkat dan telah mencapai 1.030 orang.
Selain korban meninggal dunia, BNPB juga mencatat masih terdapat 206 orang yang dinyatakan hilang. Ratusan korban tersebut diduga tertimbun material longsor atau terseret arus banjir bandang yang terjadi di beberapa daerah dengan intensitas hujan tinggi. Sementara itu, sekitar 7.000 warga lainnya dilaporkan mengalami luka-luka, dengan kondisi yang bervariasi mulai dari luka ringan hingga luka berat yang memerlukan perawatan medis lanjutan.
Dari data pengungsian, jumlah warga yang terpaksa meninggalkan rumahnya menunjukkan tren penurunan dibandingkan hari-hari sebelumnya. Berdasarkan laporan terbaru, total pengungsi tercatat sekitar 608,9 ribu jiwa. Meski demikian, angka pengungsi masih didominasi oleh Provinsi Aceh dengan jumlah mencapai 572,8 ribu orang. Aceh menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah akibat hujan deras berkepanjangan yang memicu banjir meluas serta longsor di berbagai titik.
BNPB menegaskan bahwa hingga saat ini operasi pencarian dan penyelamatan (search and rescue) masih terus dilakukan secara intensif, khususnya di wilayah yang mengalami longsor dan banjir bandang. Tim gabungan yang terdiri dari BNPB, BPBD provinsi dan kabupaten/kota, Basarnas, TNI, Polri, serta relawan kemanusiaan terus dikerahkan untuk mempercepat pencarian korban hilang, mengevakuasi warga yang masih terisolasi, dan melakukan pendataan lanjutan terhadap dampak bencana.
Dalam pelaksanaannya, proses pencarian dan evakuasi tidak lepas dari berbagai tantangan di lapangan. BNPB mengakui bahwa medan yang sulit, kondisi cuaca yang belum sepenuhnya membaik, serta akses jalan dan jembatan yang rusak menjadi kendala utama bagi tim penyelamat. Meski demikian, seluruh unsur yang terlibat tetap berupaya bekerja maksimal dengan mengutamakan keselamatan petugas maupun warga terdampak.
Di tengah situasi tersebut, BNPB kembali mengingatkan masyarakat, khususnya yang bermukim di daerah rawan banjir dan longsor, agar terus meningkatkan kewaspadaan. Warga diimbau untuk tidak bertahan di rumah apabila hujan dengan intensitas tinggi turun dalam waktu lama dan segera mengungsi ke lokasi yang lebih aman sesuai arahan petugas.
“Keselamatan jiwa adalah prioritas utama. Kami mengimbau masyarakat untuk mematuhi peringatan dini serta instruksi evakuasi yang disampaikan oleh aparat di lapangan,” demikian pernyataan BNPB dalam keterangannya.
Selain fokus pada penanganan darurat, BNPB memastikan pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi tetap menjadi perhatian utama selama masa tanggap darurat. Distribusi bantuan seperti pangan, air bersih, layanan kesehatan, obat-obatan, serta penyediaan tempat tinggal sementara terus dilakukan dan dipantau agar menjangkau seluruh warga terdampak secara merata.
BNPB juga menegaskan bahwa pembaruan data dan informasi terkait perkembangan situasi bencana akan terus disampaikan secara berkala. Hal ini dilakukan seiring dengan berjalannya proses evakuasi, pencarian korban hilang, serta upaya pemulihan awal di wilayah-wilayah yang terdampak banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatera.



