Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana

BGN Kaji Program MBG di Arab Saudi, Sekolah Indonesia Jeddah Berpeluang Jadi Percontohan

Bebaca.id, JEDDAH – Badan Gizi Nasional (BGN) tengah mengkaji kemungkinan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Arab Saudi. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ).

Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengatakan pihaknya masih melakukan peninjauan lapangan sebelum mengambil keputusan terkait implementasi program tersebut di luar negeri.

“Kami melakukan peninjauan terlebih dahulu dan hasilnya akan kami laporkan kepada Presiden untuk melihat kemungkinan pembentukan SPPG di Sekolah Indonesia Jeddah,” ujarnya.

Menurut Dadan, hasil kajian tersebut nantinya akan dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kelanjutan program.

Apabila mendapatkan persetujuan pemerintah, Sekolah Indonesia Jeddah berpotensi menjadi institusi pendidikan Indonesia pertama di luar negeri yang menjalankan Program Makan Bergizi Gratis.

Dadan menjelaskan, mekanisme pelaksanaan MBG di luar negeri pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan yang diterapkan di Indonesia. Namun, karena berada di luar wilayah Indonesia, diperlukan koordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga terkait.

Koordinasi tersebut melibatkan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan.

Selain itu, model kemitraan dalam pengoperasian SPPG juga akan mengacu pada pola yang telah diterapkan di berbagai daerah di Indonesia.

BGN juga mempertimbangkan penyesuaian menu makanan dengan kondisi dan ketersediaan bahan pangan di Arab Saudi. Menu yang disajikan nantinya dapat berupa kombinasi makanan khas Indonesia dan hidangan lokal Timur Tengah.

Langkah tersebut dilakukan agar kebutuhan gizi siswa tetap terpenuhi sekaligus menyesuaikan dengan preferensi konsumsi dan ketersediaan bahan baku setempat.

“Disesuaikan dengan ketersediaan bahan baku lokal,” kata Dadan.

Jika terealisasi, program ini diharapkan menjadi langkah awal perluasan layanan MBG bagi warga negara Indonesia yang menempuh pendidikan di luar negeri sekaligus memperkuat pemenuhan gizi pelajar Indonesia di berbagai negara.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?