Bebaca.id, BANJARBARU – Aparat kepolisian tengah menyelidiki kasus kematian seorang balita perempuan berusia tiga tahun berinisial NS di Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru. Korban diduga meninggal dunia akibat penganiayaan yang dilakukan oleh ibu kandungnya sendiri berinisial S.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Kasturi 2, Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Landasan Ulin. Dugaan penganiayaan mencuat setelah keluarga korban menemukan sejumlah kejanggalan pada kondisi tubuh balita tersebut sebelum dimakamkan.
Kapolsek Liang Anggang, Kompol Heru Setiawan, membenarkan bahwa pihaknya sedang menangani kasus tersebut. Menurutnya, laporan baru diterima setelah korban selesai dikebumikan oleh pihak keluarga.
“Betul (kejadian tersebut). Karena setelah korban dikebumikan, baru (keluarga) melapor ke Polsek tentang kejanggalannya,” ujar Heru Setiawan saat dikonfirmasi, Sabtu (6/6/2026).
Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi langsung melakukan serangkaian penyelidikan. Salah satu langkah yang ditempuh adalah menjadwalkan ekshumasi atau pembongkaran makam guna kepentingan autopsi dan pengumpulan alat bukti.
“Kita laksanakan autopsi (gali kubur, red). Kami masih mendalaminya untuk melakukan penyidikan,” tegas Heru.
Sementara itu, perempuan berinisial S yang merupakan ibu kandung korban telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih mendalami motif serta kronologi pasti yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Informasi yang dihimpun dari pihak keluarga menyebutkan korban diduga mengalami kekerasan fisik sebelum meninggal. Dugaan tersebut diperkuat dengan adanya luka-luka pada tubuh korban yang menimbulkan kecurigaan keluarga.
Tante korban, Husnul Khotimah, mengaku keluarga sebenarnya pernah berniat mengambil alih perawatan NS. Namun keinginan tersebut ditolak oleh sang ibu yang bersikeras mampu membesarkan anaknya sendiri.
“Karna dulu pernah mau kami rawat anaknya itu, tapi ditahan oleh mamanya. Kisahnya pas sudah besar mau diambil. Aku (S) sanggup saja merawat anak,” ungkap Husnul menirukan perkataan pelaku.
Menurut Husnul, korban dikenal sebagai anak yang aktif, ceria, dan mudah bergaul. Keluarga mengaku sangat terpukul atas peristiwa yang menimpa balita tersebut.
“Anaknya cantik, ceria dan aktif seperti anak usia 3 tahun pada umumnya. Semoga pelaku mendapat hukuman yang setimpal. Dan keponakan kami tenang disisi-Nya. Aamiin,” ujarnya.
Hingga kini penyidik masih menunggu hasil autopsi dan pengumpulan alat bukti lainnya untuk memastikan penyebab kematian korban. Polisi juga memastikan perkembangan kasus akan disampaikan kepada publik setelah proses penyelidikan dan pendalaman motif selesai dilakukan.



