Upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kepungan asap berujung pada tumbangnya seorang relawan di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

Berjam-jam Berjibaku Padamkan Karhutla, Relawan di Kotim Dilarikan ke IGD

Bebaca.id, KOTAWARINGIN TIMUR –Upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kepungan asap berujung pada tumbangnya seorang relawan di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Rizky Mubarrak harus mendapatkan perawatan medis setelah mengalami sesak napas dan kelelahan usai berjam-jam berjibaku memadamkan api.

Rizky sebelumnya terlibat dalam pemadaman karhutla di wilayah Kecamatan Baamang, sekitar Semekto. Relawan asal Kecamatan Mentawa Baru Ketapang itu bergerak bersama relawan lainnya menangani titik-titik kebakaran sebelum kondisinya menurun.

Ia kemudian dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Murjani Sampit untuk mendapatkan penanganan medis.

Camat Mentawa Baru Ketapang, Irpansyah, mengatakan paparan asap tebal dan aktivitas pemadaman selama berjam-jam diduga menjadi penyebab kondisi Rizky menurun.

“Diduga terpapar asap tebal dan kelelahan setelah berjam-jam berada di lokasi kebakaran, kondisi Rizky kemudian menurun. Ia mendapat penanganan medis di rumah sakit,” kata Irpansyah, Kamis (20/8/2026).

Rizky diketahui merupakan anggota kelompok relawan yang telah lama terlibat dalam berbagai kegiatan kemanusiaan dan kebencanaan. Kelompok tersebut juga aktif membantu penanganan karhutla di sejumlah wilayah selama lokasi masih dapat dijangkau.

Namun, meluasnya karhutla membuat proses pemadaman semakin berat. Sejumlah titik kebakaran berada di lokasi yang sulit dijangkau, sementara ketersediaan sumber air untuk pemadaman juga terbatas.

Melihat kondisi tersebut, Irpansyah telah mengingatkan para relawan agar tidak memaksakan diri mengejar titik api yang berada jauh dari kawasan permukiman. Keselamatan personel menjadi prioritas di tengah keterbatasan tenaga dan peralatan.

“Saya katakan kalau yang sudah jauh dari permukiman, biarkan saja karena hemat tenaga. Kita selamatkan dulu diri kita. Kalau sudah mendekati permukiman baru bergerak,” ujarnya.

Selain medan yang sulit, keterbatasan air dan bahan bakar minyak (BBM) menjadi kendala dalam operasi pemadaman. Masyarakat di beberapa wilayah bahkan disebut melakukan penanganan secara mandiri.

Irpansyah mengatakan upaya pemadaman di wilayah Mentawa Baru Ketapang telah dilakukan secara swadaya oleh relawan selama sekitar satu bulan terakhir.

Upaya menggerakkan masyarakat melalui tingkat RT untuk membantu menyediakan air juga menghadapi kendala. Tidak seluruh warga memiliki kendaraan maupun sarana yang dapat digunakan untuk membawa pasokan air menuju lokasi kebakaran.

Pada Rabu (19/8/2026), warga disebut menerima bantuan BBM sebanyak 30 liter dari BPBD Kotawaringin Timur. Namun, jumlah tersebut dinilai masih belum mencukupi kebutuhan operasional pemadaman.

“Sementara ini kami sudah kerja hampir satu bulan lebih. Kami Kecamatan Mentawa Baru Ketapang khususnya, itu kami swadaya. Jadi, enggak ada bantuan sama sekali,” katanya.

Setelah mendapatkan perawatan medis, kondisi Rizky dilaporkan mulai stabil. Berdasarkan pemeriksaan dokter yang disampaikan Irpansyah, relawan tersebut mengalami keluhan sesak napas dan kelelahan.

“Dia memang relawan dari Masjid Jami. Mereka memang relawan dari dulu, sudah lama. Setiap kegiatan apa pun mereka selalu ikut, bukan hanya saat musim karhutla,” ujarnya.

Tumbangnya Rizky menggambarkan beratnya medan yang dihadapi relawan di tengah meluasnya karhutla. Dengan keterbatasan air, BBM dan akses menuju titik api, keselamatan petugas maupun relawan menjadi perhatian di saat upaya melindungi permukiman dari ancaman kebakaran masih terus berlangsung.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?