Penulis : SultanAL
TENGGARONG – Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kutai Kartanegara, Rian Tri Saputra, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mematangkan Odah Kesehatan Pemuda, sebuah program baru yang berfokus pada layanan kesehatan mental dan pemeriksaan kesehatan gratis untuk anak muda di Kukar.
Rian menyebut, lahirnya program ini berangkat dari meningkatnya kegelisahan sosial di kalangan generasi muda. Banyak di antara mereka yang mudah menyerah ketika gagal meraih cita-cita, bahkan terjebak dalam persoalan serius seperti penyalahgunaan narkoba hingga kecenderungan bunuh diri.
“Odah Kesehatan Pemuda ini berangkat dari kepedulian kami bahwa kesehatan mental itu perlu. Hari ini isu kesehatan mental sangat luar biasa dan berdampak pada kehidupan sosial masyarakat,” kata Rian.
Melalui program ini, KNPI Kukar menghadirkan layanan konseling bersama psikolog yang telah bekerja sama dengan Himpunan Psikolog Indonesia Kukar.
Konseling dibuka setiap bulan, tepatnya hari Jumat pukul 13.00–16.00. Kaum muda bisa datang untuk curhat, berkonsultasi, atau mencari penguatan motivasi termasuk bagi pelajar yang sedang mempersiapkan tes ikatan dinas.
“Di KNPI Kukar kita siapkan psikolognya, jadi anak-anak muda bisa curhat, bisa dapat pendampingan. Ini gratis, sepenuhnya,” tegasnya.
Selain konseling, Odah Kesehatan Pemuda juga akan diperluas dengan edukasi kesehatan lain, seperti penyuluhan kanker serviks dan kanker payudara, serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Rian menegaskan, langkah ini adalah bentuk kolaborasi untuk mendukung kesehatan generasi muda secara menyeluruh.
Program ini dijadwalkan resmi diluncurkan bulan depan, bertepatan dengan pelaksanaan sunat massal gratis bagi 100 anak dari keluarga kurang mampu.
Rian berharap kehadiran program ini dapat menghidupkan kembali peran KNPI Kukar setelah lama vakum, sekaligus mendorong pemerintah daerah agar menghadirkan layanan kesehatan mental hingga ke tingkat kecamatan.
“Tujuannya jelas, agar generasi muda Kukar kesehatan mentalnya mulai diperhatikan. Kami memulai lebih dulu, semoga nanti pemerintah bisa memfasilitasi lebih luas lagi,” pungkasnya.



