TENGGARONG – Penurunan badan jalan kembali terjadi di Jalan Poros Samarinda–Balikpapan Kilometer 28, Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Minggu (21/12/2025). Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap kelancaran mobilitas warga dan distribusi logistik di jalur vital tersebut.
Ruas jalan KM 28 Batuah merupakan akses utama penghubung antardaerah yang menopang aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Titik yang kembali mengalami pergeseran ini sebelumnya sempat nyaris putus total akibat longsor pada Mei lalu, sehingga kejadian berulang menegaskan perlunya penanganan serius dan berkelanjutan.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan pihaknya menerima laporan penurunan jalan tersebut pada Minggu sore.
“Kami mendapat informasi bahwa jalan di Batuah kembali bergeser,” ujarnya, Senin (22/12/2025).
Meski status jalan poros Samarinda–Balikpapan berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan balai jalan terkait, Pemkab Kukar langsung mengambil langkah koordinasi lintas instansi.
“Karena ini jalan poros, kewenangannya di provinsi. Kami mendorong agar segera dilakukan koordinasi dengan pihak balai untuk menentukan langkah penanganan yang tepat,” jelas Aulia.
Ia menambahkan, keberadaan jalan tol sebagai jalur alternatif belum sepenuhnya menggantikan fungsi jalan lama, terutama bagi masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar kawasan Batuah.
“Meski ada jalan tol, aktivitas masyarakat sekitar masih sangat bergantung pada jalur ini,” katanya.
Pemkab Kukar pun memastikan akan terus mengawal proses penanganan di lapangan serta memantau dampak lanjutan yang dirasakan warga sekitar lokasi penurunan jalan.
“Pemerintah daerah akan mengawal persoalan ini, termasuk melihat dampaknya bagi masyarakat. Bukan hanya jalannya, tetapi juga warga di sekitar yang terdampak,” pungkasnya.
Foto : Relawan Siaga Batuah



