TENGGARONG – Polres Kutai Kartanegara mulai memetakan skema pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026. Pengamanan akan difokuskan di sejumlah titik strategis, mulai dari pusat Kota Tenggarong, kawasan pesisir Samboja, hingga jalur hulu menuju Kota Bangun dan Kutai Barat.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Kukar, Ahmad Fandoli, mengatakan persiapan awal telah dilakukan melalui Operasi Keselamatan sebagai tahap pra-kondisi sebelum pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Kegiatan tersebut difokuskan untuk membangun kesiapan personel sekaligus meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas.
“Operasi Keselamatan sudah kami laksanakan sebagai langkah cipta kondisi menjelang Operasi Ketupat 2026,” ujarnya.
Dalam Operasi Ketupat mendatang, kepolisian akan mendirikan tiga jenis pos, yakni Pos Pengamanan (Pos PAM), Pos Pelayanan (Pos Yan), dan Pos Terpadu. Pos Terpadu direncanakan berdiri di kawasan Titik Nol Tenggarong yang dinilai strategis karena menjadi ikon kota sekaligus pusat aktivitas masyarakat saat hari besar keagamaan.
Pos tersebut akan difungsikan sebagai pusat koordinasi lintas satuan dan layanan utama bagi masyarakat selama masa mudik dan perayaan Idulfitri.
Selain pusat kota, pengamanan juga diperkuat di wilayah pesisir Samboja yang kerap dipadati wisatawan pasca-Lebaran. Di kawasan ini, Polres Kukar menyiapkan Pos PAM dan Pos Yan, khususnya di sekitar lokasi wisata guna mengantisipasi lonjakan pengunjung.
Untuk jalur menuju Balikpapan, perhatian difokuskan pada rest area serta Kilometer 38 Bukit Soeharto yang setiap tahun menjadi titik rawan kepadatan kendaraan. Penempatan Pos Yan di lokasi tersebut bertujuan memberikan fasilitas istirahat bagi pemudik sekaligus menekan risiko kecelakaan akibat kelelahan.
Sementara itu, jalur hulu yang menghubungkan Samarinda, Kota Bangun hingga Kutai Barat juga masuk dalam prioritas pengamanan. Satu pos akan didirikan di Kota Bangun untuk memberikan pelayanan dan pengawasan bagi pemudik yang melintasi kawasan tersebut.
Dengan pemetaan ini, pengamanan Lebaran 2026 di Kutai Kartanegara tidak hanya terpusat di perkotaan, tetapi mencakup wilayah pesisir hingga pedalaman. Kepolisian berharap langkah tersebut mampu menjaga kelancaran arus mudik dan balik, serta meningkatkan keselamatan masyarakat selama momentum Idulfitri.



