Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Wiyono

Ruas Jalan Kota Bangun–Kenohan Rusak, Pemkab Kukar Alokasikan Rp15 Miliar

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mengalokasikan anggaran sebesar Rp15 miliar untuk memperbaiki ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Kota Bangun dan Kenohan. Jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat yang saat ini mengalami kerusakan cukup parah di sejumlah titik.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Wiyono, mengatakan percepatan penanganan jalan tersebut telah dibahas langsung bersama Bupati Kukar. Pemerintah daerah diminta segera menyiapkan langkah konkret agar proses perbaikan dapat segera dilaksanakan.

“Bupati meminta agar penanganan di lapangan bisa dipercepat,” ujar Wiyono, Senin (9/3/2026).

Ia menjelaskan, total panjang ruas jalan yang mengalami kerusakan diperkirakan sekitar 4 kilometer. Dari jumlah tersebut, terdapat tujuh titik yang masuk kategori rusak berat sehingga menjadi prioritas penanganan.

Untuk tahap awal, Pemkab Kukar menyiapkan anggaran melalui APBD 2026. Rinciannya, Rp5 miliar dialokasikan untuk pemeliharaan rutin dan Rp10 miliar untuk pekerjaan konstruksi.

“Total anggaran yang disiapkan sekitar Rp15 miliar. Arahan Bupati agar prosesnya dipercepat sesuai kemampuan anggaran yang tersedia,” jelasnya.

Namun demikian, Wiyono mengakui keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan dalam upaya perbaikan infrastruktur jalan di wilayah Kukar. Dinas PU juga harus menangani kerusakan jalan di sejumlah wilayah lain, seperti Kecamatan Muara Kaman dan beberapa kecamatan lainnya.

Dengan luasnya wilayah Kukar, perbaikan jalan harus dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan titik-titik kerusakan paling parah yang berdampak besar terhadap mobilitas masyarakat dan distribusi barang.

Selain keterbatasan anggaran, kondisi teknis di lapangan juga menjadi faktor penyebab kerusakan jalan. Menurut Wiyono, tidak semua ruas jalan dapat diperbaiki hanya dengan pelapisan aspal karena kondisi tanah dan lingkungan di beberapa titik cukup berat.

“Kelas jalan kabupaten sebenarnya dirancang untuk beban sekitar 8 sampai 10 ton. Namun kendaraan yang melintas sering kali melebihi kapasitas tersebut, ditambah pengaruh cuaca,” ujarnya.

Ia menegaskan pemerintah daerah akan terus melakukan perbaikan secara bertahap setiap tahun. Namun laju kerusakan jalan kerap lebih cepat dibandingkan kemampuan anggaran untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh.

“Pada prinsipnya penanganan terus dilakukan setiap tahun, tetapi tingkat kerusakan jalan sering kali lebih cepat dibanding kemampuan anggaran untuk memperbaikinya,” pungkasnya.

Foto : Warga

Penulis: Penulis : SultanAL

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?