Bebaca.id, TENGGARONG — Penjualan pakaian muslim di kawasan sekitar Masjid Agung Tenggarong mengalami penurunan drastis pada Ramadan tahun ini. Salah satu pedagang, Ahmad, mengaku omzet yang diperoleh jauh di bawah tahun-tahun sebelumnya.
Ahmad, yang telah berdagang pakaian muslim di lokasi tersebut selama sekitar 15 tahun setiap Ramadan, mengatakan kondisi penjualan saat ini sangat memprihatinkan. Dalam sehari, ia bahkan kesulitan mencapai pendapatan yang layak.
“Kalau tahun-tahun kemarin itu, pertengahan puasa bisa sampai Rp4 juta sampai Rp6 juta sehari. Sekarang Rp2 juta saja susah,” ujarnya saat ditemui , Minggu (15/3/2026).
Menurut Ahmad, penurunan ini dipengaruhi oleh perubahan penataan lokasi pedagang. Pada tahun-tahun sebelumnya, lapak pakaian digabung dengan pedagang takjil sehingga menarik lebih banyak pengunjung. Kini, pedagang takjil ditempatkan di pasar, sementara pedagang pakaian tetap berada di sekitar masjid.
“Dulu digabung sama yang jualan takjil, jadi orang beli takjil sekalian lihat-lihat dan beli baju. Sekarang takjil di pasar, pakaian di sini, jadi sepi,” jelasnya.
Barang dagangan Ahmad sebagian besar didatangkan dari Pulau Jawa dan Banjar. Produk yang paling diminati menjelang Lebaran biasanya adalah baju koko dan songkok. Harga yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp40 ribu hingga Rp70 ribu untuk songkok, sementara baju muslim berkisar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu tergantung merek.
Meski telah diizinkan berjualan sejak awal Ramadan, Ahmad mengaku sempat mengalami kendala perizinan lokasi. Awalnya, pedagang pakaian diarahkan berjualan di pasar, namun tidak mendapat persetujuan dari pengelola pasar.
“Akhirnya kami mengajukan lagi ke sini. Baru pada hari pertama puasa diizinkan khusus pakaian, tapi tenda baru terpasang setelah tiga hari,” katanya.
Untuk menyewa tenda selama Ramadan, Ahmad harus mengeluarkan biaya sekitar Rp4 juta. Ia berjualan hingga malam takbiran.
Jika dibandingkan dengan tahun lalu, selisih omzet sangat mencolok. Pada Ramadan sebelumnya, Ahmad bisa mengantongi total pendapatan hingga Rp50 juta–Rp70 juta dari awal hingga pertengahan bulan. Tahun ini, sejak mulai berjualan hingga pertengahan Ramadan, omzetnya baru mencapai sekitar Rp20 juta.
“Kondisinya memang turun jauh sekali,” pungkasnya.



