bebaca.id, Jakarta – Pemerintah resmi membuka rekrutmen besar-besaran untuk mengisi 30 ribu posisi manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih). Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor ekonomi desa melalui penyediaan sumber daya manusia yang kompeten.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa kebutuhan SDM menjadi faktor utama percepatan pembentukan koperasi desa secara nasional.
“30 ribu manajer Kopdes Merah Putih akan menjadi pegawai BUMN dengan skema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu di bawah Agrinas Pangan Nusantara,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (15/4).
Rekrutmen ini merupakan bagian dari target pembentukan lebih dari 30 ribu koperasi desa yang dijadwalkan rampung pada Juni hingga Juli 2026. Untuk tahap awal, pemerintah membuka 35.476 formasi yang terdiri dari 30 ribu manajer koperasi dan 5.476 pengelola Kampung Nelayan Merah Putih.
Seluruh tenaga yang direkrut akan berstatus pegawai BUMN dengan skema PKWT, yakni hubungan kerja berbasis kontrak dalam jangka waktu tertentu. Dalam praktiknya, pegawai PKWT memiliki masa kerja terbatas, berbeda dengan pegawai tetap atau PKWTT.
Merujuk Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021, masa kerja PKWT maksimal lima tahun, termasuk perpanjangan kontrak. Status ini umumnya digunakan untuk pekerjaan bersifat sementara, proyek tertentu, atau kegiatan yang memiliki batas waktu penyelesaian.
Meski berstatus kontrak, pegawai PKWT tetap memiliki hak yang dilindungi undang-undang, seperti upah, jaminan sosial melalui BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, serta kompensasi kerja.
Pendaftaran dibuka mulai 15 hingga 24 April 2026 melalui kanal resmi pemerintah. Seleksi terbuka untuk lulusan D3 hingga S1 dari semua jurusan dengan batas usia maksimal 35 tahun.
Zulkifli Hasan menegaskan bahwa proses rekrutmen dilakukan secara transparan dan tidak dipungut biaya.
“Tidak ada jalur khusus atau titipan. Semua proses hanya melalui kanal resmi,” tegasnya.
Program ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekonomi desa sekaligus membuka peluang kerja bagi generasi muda di seluruh Indonesia.



