Bebaca.id, SAMARINDA – Gelombang aksi demonstrasi kembali digelar aliansi mahasiswa dan masyarakat di Kalimantan Timur, Selasa (21/4/2026). Aksi ini menjadi lanjutan dari protes sebelumnya yang menyoroti sejumlah kebijakan pemerintah daerah.
Massa aksi yang terdiri dari mahasiswa, termasuk dari Universitas Kutai Kartanegara, serta elemen masyarakat sipil, menyampaikan aspirasi di Kantor DPRD Kalimantan Timur sebelum melanjutkan aksi ke Kantor Gubernur Kalimantan Timur.
Koordinator lapangan inti, Ibnu Sayyaf Sabilillhaq, menyebut aksi ini sebagai bentuk kekecewaan terhadap kebijakan yang dinilai belum berpihak pada masyarakat.
“Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan kami terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang belum menyentuh kepentingan rakyat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, beberapa kebijakan yang menjadi sorotan di antaranya anggaran renovasi rumah jabatan gubernur serta pengadaan kendaraan dinas. Menurutnya, kebijakan tersebut dinilai kurang sensitif di tengah kondisi masyarakat saat ini.
Selain itu, massa juga menyoroti persoalan mendasar seperti ketimpangan pendidikan, masalah sosial, dan tingkat kemiskinan yang dinilai masih belum tertangani secara optimal.
Aksi dimulai dari kawasan Islamic Center Samarinda sebelum bergerak ke DPRD Kaltim pada pagi hari. Setelah itu, massa melanjutkan aksi ke kantor gubernur pada siang hari.
Dalam aksinya, massa membawa tuntutan dalam bentuk pakta integritas yang diminta untuk ditandatangani oleh gubernur sebagai bentuk komitmen kebijakan pro rakyat.
Di DPRD, dokumen tersebut telah ditandatangani sejumlah anggota dewan. Namun, massa menyayangkan ketidakhadiran Ketua DPRD dalam pertemuan tersebut.
“Aspirasi ini menyangkut kepentingan masyarakat luas, sehingga kami berharap seluruh pimpinan dewan dapat hadir,” kata Ibnu.
Massa menegaskan akan terus mengawal tuntutan hingga mendapat respons konkret dari pemerintah daerah.
Aksi ini mencerminkan meningkatnya partisipasi publik dalam mengawal kebijakan agar lebih berpihak pada masyarakat.



