Penggerak kelompok perajin batik Kedang Ipil

Batik Kedang Ipil Mulai Berkembang, Angkat Budaya Lokal Sekaligus Dongkrak Ekonomi Warga

Bebaca.id, TENGGARONG — Upaya pelestarian budaya yang dibarengi dengan penguatan ekonomi masyarakat mulai berkembang di Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun Darat, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Hal ini ditandai dengan munculnya batik khas daerah yang mengangkat identitas budaya lokal.

Penggerak kelompok perajin batik Kedang Ipil, Rusna, mengatakan motif yang diusung dalam produksi batik terinspirasi dari unsur budaya setempat. Mulai dari bentuk dedaunan hingga simbol-simbol adat yang kerap digunakan dalam ritual belian menjadi ciri khas utama produk tersebut.

“Kami mengangkat motif khas Kedang Ipil yang biasa digunakan dalam kegiatan adat. Itu yang menjadi identitas batik kami,” ujar Rusna, Selasa (5/5/2026).

Ia menjelaskan, jumlah perajin batik terus mengalami peningkatan seiring berkembangnya produksi. Jika pada awal pembentukan hanya melibatkan sekitar 30 orang, kini jumlahnya telah bertambah menjadi sekitar 60 perajin.

Dalam proses produksi, satu lembar kain batik tulis dapat diselesaikan dalam waktu satu hari, selama tidak ada kendala pada bahan maupun peralatan. Produk batik ini dipasarkan dengan harga sekitar Rp800 ribu per lembar dengan panjang dua meter, menggunakan bahan dasar kain katun.

Meski masih dalam tahap pengenalan, batik Kedang Ipil mulai diminati pasar luar daerah. Rusna menyebut, pesanan telah datang dari luar wilayah, termasuk dari instansi di Samarinda.

“Sudah ada permintaan dari luar daerah, salah satunya dari instansi di Samarinda,” katanya.

Namun, pengembangan usaha ini masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait keterbatasan peralatan produksi seperti kompor, lilin, dan bahan pewarna. Hingga saat ini, kebutuhan tersebut sebagian besar dipenuhi secara swadaya serta dukungan dari pihak adat.

Dari sisi pemasaran, produk batik masih dipromosikan secara terbatas melalui media sosial dan pameran lokal. Para perajin juga belum mengikuti pameran di luar daerah karena masih fokus pada tahap pengembangan.

Ke depan, para perajin berharap batik Kedang Ipil dapat menjadi produk unggulan desa yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus melestarikan budaya lokal.

“Kami berharap batik ini tidak hanya dikenal di daerah sendiri, tetapi juga bisa menjangkau pasar yang lebih luas,” tutup Rusna.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?