Bebaca.id, TENGGARONG — Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, penjualan hewan kurban di Kabupaten Kutai Kartanegara mulai ramai didatangi pembeli. Salah satu lapak penjualan hewan kurban Mitra Abadi di Jalan Ahmad Dahlan, RT 07, Kelurahan Sukarame, Kecamatan Tenggarong, menyediakan puluhan sapi dan kambing.
Penjual hewan kurban Mitra Abadi, Jo, mengatakan saat ini stok hewan kurban yang tersedia masih lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk sementara, pihaknya menyediakan sekitar 18 ekor sapi dan 15 ekor kambing.
“Untuk kurban tahun 2026 ini, sementara yang datang ada kisaran 18 ekor sapi,” ujar Jo saat ditemui di lokasi penjualan, Rabu (20/5/2026).
Sementara itu, stok kambing yang tersedia saat ini sekitar 15 ekor. Sebelumnya, jumlah kambing yang datang baru sembilan ekor dan masih berpotensi bertambah.
“Kambing yang datang masih sembilan ekor, mungkin nanti ada tambahan lagi beberapa, kisaran jadi lima belasan ekor,” katanya.
Jo menjelaskan, harga sapi kurban yang dijual berkisar antara Rp18 juta hingga Rp23 juta per ekor. Sedangkan harga kambing dibanderol mulai Rp4 juta hingga Rp6,5 juta tergantung ukuran.
“Sapi di sini mulai dari Rp18 juta sampai Rp23 juta. Untuk kambing dari yang kecil kisaran Rp4 juta sampai yang paling besar Rp6.500.000,” jelasnya.
Menurut Jo, sapi yang dijual mayoritas merupakan jenis sapi Bali yang didatangkan dari petani lokal maupun luar daerah.
“Biasanya kami ambil dari petani-petani juga. Ada yang lokal, sebagian ada yang ambil dari sapi Bali,” ucapnya.
Meski permintaan hewan kurban mulai meningkat, Jo mengaku pihaknya belum berani menambah stok dalam jumlah besar. Hal itu karena penjualan tahun ini diperkirakan mengalami penurunan dibanding tahun lalu.
“Kalau lihat tahun ini sepertinya ada penurunan dibanding tahun kemarin, jadi kami belum berani tambah stok lagi. Sementara habiskan yang ada dulu,” katanya.
Ia menyebut, pada tahun lalu jumlah stok hewan kurban jauh lebih banyak. Saat itu, tersedia sekitar 40 ekor sapi dan lebih dari 50 ekor kambing.
“Kalau kemarin banyak, sekitar 40-an ekor sapi. Kalau kambing sekitar 50-an lebih,” tambahnya.
Meski demikian, harga hewan kurban tahun ini di lapaknya masih relatif stabil dan tidak mengalami kenaikan.
“Kalau di kota-kota lain biasanya ada kenaikan karena transportasi. Tapi kalau kami, untuk penjualan masih sama seperti harga tahun kemarin,” ujar Jo.
Dari total stok sapi yang tersedia, sekitar 10 ekor di antaranya telah terjual. Pembeli tidak hanya berasal dari Tenggarong, tetapi juga dari wilayah lain di Kutai Kartanegara.
“Dari Tenggarong ada. Terus ada yang ukuran jumbo, tiga ekor itu katanya mau dibawa ke Kembang Janggut,” ungkapnya.
Terkait kesehatan hewan kurban, Jo mengatakan pihaknya menunggu pemeriksaan dari petugas kesehatan hewan dan pemerintah daerah menjelang Iduladha.
“Katanya sudah ada kabar, bentar lagi langsung sama Bupatinya juga. Biasanya H-3 atau H-4 langsung ke sini buat cek kesehatan,” tutupnya.



