Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kutai Kartanegara

Program MBG di Kukar Berjalan Normal, Distribusi Ribuan Porsi Makanan Tetap Lancar

Bebaca.id, TENGGARONG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tetap berlangsungnormal meski Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menjadi perhatian publik menyusul kasus korupsi yang menyeret mantan pejabat lembaga tersebut.

Di tingkat daerah, pelaksanaan program tidak mengalami gangguan. Dapur penyedia MBG di Kukar masih beroperasi seperti biasa dan belum menerima arahan terkait penghentian maupun penundaan kegiatan.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Panjaitan, Idamsyah, memastikan seluruh proses produksi dan distribusi makanan kepada pelajar berjalan sesuai jadwal.

“Di tempat saya tidak ada pengaruh apa pun dan belum ada kendala yang kami hadapi,” ujar Idamsyah , Kamis (4/6/2026).

SPPG Panjaitan saat ini melayani lima sekolah di wilayah Tenggarong, yakni SDN 001 Tenggarong, SDN 003 Tenggarong, SDN 018 Tenggarong, SMPN 1 Tenggarong, dan SMPN 2 Tenggarong.

Setiap hari, dapur MBG tersebut memproduksi dan menyalurkan sekitar 3.285 paket makanan kepada siswa penerima manfaat. Menurut Idamsyah, kegiatan distribusi masih berlangsung rutin tanpa hambatan operasional.

“Betul. Sampai sekarang distribusi berjalan setiap hari dan belum ada kendala,” katanya.

Ia menegaskan hingga kini belum menerima informasi terkait kemungkinan penghentian sementara ataupun penundaan pelaksanaan program di wilayah kerjanya.

“Sejauh ini saya belum menerima informasi apa pun terkait penghentian ataupun penundaan distribusi,” ujarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, SPPG Panjaitan menggandeng berbagai pihak di daerah, mulai dari pemasok lokal, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga kelompok tani. Keterlibatan mereka dinilai turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Operasional dapur MBG yang berada di bawah naungan Yayasan Abata Madrasati Jannati tersebut didukung pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Alokasi dana operasional disalurkan secara berkala dan telah disusun berdasarkan kebutuhan yang telah direncanakan sebelumnya.

Meski demikian, Idamsyah mengaku tidak memiliki kewenangan untuk menyampaikan rincian nilai anggaran maupun belanja harian program. Menurutnya, pengelolaan keuangan ditangani oleh bagian khusus yang melibatkan tim administrasi dan akuntan yayasan.

“Semua sudah dihitung dan memiliki alokasi anggaran masing-masing. Pengeluaran tidak bisa dilakukan sembarangan karena semuanya mengikuti perencanaan yang telah ditetapkan,” jelasnya.

Dalam mendukung operasional harian, dapur MBG Panjaitan melibatkan 47 relawan yang bertugas di berbagai bidang, mulai dari pencucian wadah makanan, pemorsian, pengolahan menu, hingga distribusi ke sekolah-sekolah penerima manfaat.

Para relawan menerima honorarium berdasarkan sistem kerja harian, meski pembayaran dilakukan secara mingguan atau dua mingguan. Besaran honor disesuaikan dengan jenis pekerjaan dan tanggung jawab masing-masing.

“Besarannya disesuaikan dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing pekerjaan,” kata Idamsyah.

Terkait informasi yang sempat beredar mengenai bantuan motor listrik untuk menunjang operasional program MBG, Idamsyah mengaku belum mengetahui adanya realisasi bantuan tersebut di SPPG Panjaitan.

Ia menyebut hingga saat ini pihaknya belum menerima kendaraan operasional berupa motor listrik maupun informasi resmi terkait pengadaan fasilitas tersebut.

“Untuk SPPG saya tidak ada motor listrik dan saya juga tidak mengetahui informasi terkait hal tersebut,” tutupnya.

Meski isu yang berkembang di tingkat nasional terus menjadi perhatian publik, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kukar hingga saat ini tetap berjalan sebagaimana mestinya dengan distribusi ribuan paket makanan setiap hari kepada para pelajar penerima manfaat.

Foto ; ilustrasi (ist)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?