Bebaca.id, TENGGARONG – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong pemanfaatan potensi ekonomi kawasan pesisir secara lebih optimal guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta menciptakan peluang kerja bagi masyarakat lokal.
Upaya tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam audiensi yang mempertemukan Penjabat Ketua Kadin Kukar Dedi Sudarya, Ketua Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Kuala Samboja Loeis Subowo Saminanto, dan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri di Tenggarong, Rabu (10/6/2026).
Dedi Sudarya mengatakan banyak peluang ekonomi di wilayah pesisir yang hingga kini belum dimanfaatkan secara maksimal, padahal memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Teman-teman APBMI menyampaikan sejumlah data, informasi, dan masukan terkait potensi-potensi yang masih bisa dikembangkan di Kutai Kartanegara,” kata Dedi.
Menurutnya, pembahasan dalam pertemuan tersebut mencakup berbagai sektor strategis yang dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi daerah, termasuk optimalisasi aset pemerintah dan pengembangan aktivitas ekonomi berbasis maritim.
Ia menilai masih terdapat sejumlah kendala yang menyebabkan potensi pesisir belum berkembang secara optimal. Salah satunya berkaitan dengan persoalan batas wilayah dan kewenangan yang memerlukan koordinasi lintas daerah serta dukungan berbagai pihak.
Karena itu, Kadin Kukar mendorong langkah-langkah percepatan agar sektor-sektor potensial tersebut dapat segera dikembangkan dan memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah.
Salah satu isu yang menjadi perhatian dalam audiensi tersebut adalah pemanfaatan Pelabuhan Amborawang. Dedi menyebut pemerintah daerah menunjukkan keterbukaan terhadap peluang kerja sama dengan pihak yang memiliki kapasitas untuk mengelola aset tersebut secara profesional.
“Pak Bupati menyampaikan secara terbuka kepada APBMI untuk membangun kolaborasi. Jika ada pihak yang siap mengelola pelabuhan itu secara produktif dan komersial, maka pemerintah daerah membuka ruang untuk kerja sama,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Nala itu menilai sikap pemerintah daerah tersebut menjadi sinyal positif bagi dunia usaha, khususnya dalam upaya membangun ekosistem investasi dan pengembangan ekonomi di kawasan pesisir Kukar.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi faktor penting agar berbagai potensi yang selama ini belum tergarap dapat segera diwujudkan menjadi kegiatan ekonomi yang produktif.
“Kami melihat peluangnya masih sangat besar. Yang dibutuhkan sekarang adalah kolaborasi dan komitmen bersama agar potensi tersebut mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus meningkatkan pendapatan daerah,” pungkasnya.



