panitia menghadirkan teknologi Video Assistant Referee (VAR), sebuah inovasi yang umumnya digunakan dalam kompetisi sepak bola profesional.

Turnamen Martadipura Cup III Gunakan VAR, Desa Liang Hadirkan Sensasi Laga Berkelas Profesional

Bebaca.id, TENGGARONG – Turnamen Sepak Bola Martadipura Cup III di Lapangan Martadipura, Desa Liang, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara, tampil dengan nuansa berbeda. Pada laga pembuka, panitia menghadirkan teknologi Video Assistant Referee (VAR), sebuah inovasi yang umumnya digunakan dalam kompetisi sepak bola profesional.

Turnamen yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Desa Liang itu diikuti sekitar 56 klub dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Selain menyuguhkan persaingan antartim, panitia juga menyiapkan total hadiah senilai Rp108 juta.

Kepala Desa Liang, Rodiani, menjelaskan penggunaan VAR pada pertandingan perdana masih bersifat uji coba. Perangkat tersebut didatangkan dengan sistem penyewaan dari penyedia jasa yang berada di Tenggarong.

“Pada pertandingan pembukaan kemarin penggunaannya masih sebatas uji coba. Perangkat VAR kami sewa,” kata Rodiani.

Ia menilai penerapan teknologi tersebut mampu meningkatkan kualitas pertandingan karena membantu wasit mengambil keputusan secara lebih tepat. Di sisi lain, tingginya antusiasme masyarakat terhadap pertandingan juga memunculkan harapan agar turnamen dapat disiarkan secara langsung, meski masih terkendala keterbatasan anggaran.

“Dari sisi kualitas pertandingan memang sangat membantu. Banyak masyarakat juga menginginkan adanya siaran langsung, tetapi kendalanya masih pada pembiayaan,” ujarnya.

Rodiani mengungkapkan, penggunaan VAR sebenarnya tidak masuk dalam rencana awal penyelenggaraan Martadipura Cup III. Namun setelah mendapat penawaran dari penyedia layanan, panitia memutuskan memanfaatkannya pada laga pembuka dan berencana kembali menggunakannya pada babak semifinal hingga final.

“Awalnya memang tidak kami rencanakan. Setelah ada penawaran, akhirnya kami gunakan pada pertandingan pembukaan. Rencananya teknologi ini juga akan dipakai lagi pada semifinal dan partai final,” tuturnya.

Meski memberikan nilai tambah terhadap jalannya pertandingan, biaya operasional VAR tergolong besar. Untuk penggunaan pada laga pembuka saja, panitia mengeluarkan anggaran sekitar Rp11 juta. Sementara apabila diterapkan selama seluruh rangkaian turnamen, nilai sewanya diperkirakan mencapai Rp80 juta.

“Kalau dipakai sepanjang turnamen, nilai kontraknya sekitar Rp80 juta. Sedangkan untuk pertandingan pembukaan saja biayanya kurang lebih Rp11 juta,” ungkap Rodiani.

Martadipura Cup III diikuti klub-klub dari berbagai daerah di Kalimantan Timur, mulai dari Kutai Kartanegara, Samarinda, Kutai Timur, Kutai Barat, hingga sejumlah wilayah lainnya. Untuk memacu persaingan, panitia menyediakan hadiah Rp60 juta bagi juara pertama, Rp25 juta untuk juara kedua, Rp15 juta bagi peringkat ketiga, dan Rp8 juta bagi juara keempat.

Penulis: SultanAL

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?