Foto : Pemkab Kukar

Siswi SMAN 1 Tabang Lolos Paskibraka Nasional 2026, Julita Buktikan Anak Pedalaman Mampu Berprestasi

Bebaca.id, TENGGARONG – Perjalanan panjang yang dipenuhi latihan, disiplin, dan tekad kuat mengantarkan Julita Rista Lestari meraih prestasi membanggakan. Siswi SMA Negeri 1 Tabang tersebut resmi terpilih sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Nasional Tahun 2026 dan akan mewakili Kalimantan Timur dalam upacara kenegaraan di Istana Negara.

Bagi Julita, keberhasilan menembus seleksi nasional bukan hanya pencapaian pribadi. Di balik kelulusannya tersimpan kisah perjuangan seorang pelajar dari wilayah pedalaman Kutai Kartanegara yang mampu bersaing dengan peserta terbaik dari seluruh Indonesia.

“Jujur, rasanya seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Saya sangat terharu sampai tidak bisa menahan air mata. Rasa syukur terbesar tentu untuk orang tua, sekolah, dan para pelatih yang selalu mendukung,” ujar Julita.

Ia mengaku bangga dapat membawa nama Kutai Kartanegara dan Kalimantan Timur ke tingkat nasional. Namun, kebanggaan tersebut juga disertai tanggung jawab besar untuk memberikan penampilan terbaik saat menjalankan tugas negara.

“Selain bangga, ada tanggung jawab besar yang membuat saya semakin termotivasi untuk memberikan yang terbaik,” katanya.

Perjalanan menuju tingkat nasional tidak dilalui dengan mudah. Selama proses seleksi, Julita harus menjalani latihan fisik dan Peraturan Baris Berbaris (PBB) secara intensif hampir setiap hari. Di tengah teriknya cuaca, ia bersama peserta lainnya ditempa untuk membangun ketahanan fisik, kedisiplinan, dan kekompakan.

Tak hanya kemampuan fisik, peserta juga dituntut memiliki wawasan kebangsaan yang baik serta mental yang kuat untuk menghadapi setiap tahapan seleksi.

“Bukan hanya fisik yang diuji, tetapi juga mental. Kami harus tetap fokus meski lelah dan terus belajar agar siap menghadapi setiap tahapan seleksi,” tuturnya.

Menurut Julita, pengalaman tersebut mengajarkannya banyak hal, mulai dari pentingnya disiplin, konsistensi, hingga kemampuan mengendalikan diri dalam situasi penuh tekanan.

Momen yang paling menegangkan justru dirasakannya saat mengikuti seleksi tingkat nasional. Bertemu dengan peserta-peserta terbaik dari berbagai provinsi sempat membuat rasa percaya dirinya goyah.

“Kadang ada rasa minder ketika melihat peserta lain. Tapi saya berusaha meyakinkan diri bahwa saya juga datang dengan kemampuan dan persiapan yang sama,” ungkapnya.

Selain menghadapi tekanan mental, kondisi fisik juga harus dijaga secara optimal. Waktu tunggu yang panjang dan aktivitas seleksi di ruangan berpendingin udara menjadi tantangan tersendiri yang harus dilalui para peserta.

Meski demikian, pengalaman tersebut justru menjadi bekal berharga yang memperkuat kepercayaan dirinya untuk terus berkembang dan berani bersaing di tingkat nasional.

Julita menilai keberhasilannya tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Orang tua menjadi sumber semangat terbesar yang selalu memberikan doa, motivasi, dan pengorbanan selama proses seleksi berlangsung.

“Orang tua selalu menjadi penyemangat utama. Doa dan dukungan mereka yang membuat saya bisa bertahan sampai di titik ini,” katanya.

Selain keluarga, dukungan juga datang dari lingkungan sekolah, teman-teman, serta para pembina yang terus memberikan motivasi selama proses seleksi. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kutai Kartanegara bersama Dewan Pengurus Purna Paskibraka Indonesia (DPPI) turut memberikan pendampingan hingga tahapan seleksi selesai.

Setelah dinyatakan lolos, Julita kini fokus mempersiapkan diri menghadapi pemusatan pendidikan dan pelatihan tingkat nasional. Ia berupaya menjaga kondisi kesehatan, meningkatkan latihan mandiri, dan mematangkan kesiapan mental sebelum bergabung dengan wakil-wakil terbaik dari seluruh Indonesia.

Di akhir pesannya, Julita mengajak generasi muda Kutai Kartanegara untuk tidak ragu mengejar mimpi dan berani bersaing di tingkat yang lebih tinggi.

“Jangan minder duluan. Tunjukkan bahwa anak-anak Kukar punya mental baja, fisik yang kuat, dan disiplin yang tinggi. Nikmati setiap prosesnya. Menang atau kalah, pengalaman selama seleksi akan membentuk karakter kita menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya,” pesannya.

Foto : Pemkab Kukar

Penulis: SultanAL

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?