Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri

Kejurprov Balap Motor Piala Sultan Kukar Dongkrak Ekonomi Daerah dan Promosi Pariwisata

Bebaca.id, TENGGARONG – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Balap Motor Putaran IV Piala Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi para pembalap, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat dan sektor pariwisata daerah.

Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, menilai penyelenggaraan kejuaraan otomotif tersebut mampu menghadirkan manfaat yang luas, mulai dari pembinaan atlet hingga mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kami meyakini penyelenggaraan event seperti ini memberikan dampak positif tidak hanya bagi dunia olahraga, tetapi juga bagi sektor ekonomi masyarakat, UMKM, pariwisata, dan promosi daerah,” ujar Aulia.

Ia mengapresiasi peran Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kalimantan Timur dan IMI Kutai Kartanegara yang dinilai konsisten melakukan pembinaan olahraga otomotif di daerah. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan kejuaraan tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari organisasi olahraga, pemerintah daerah hingga panitia pelaksana.

Aulia berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus diperkuat guna melahirkan atlet-atlet balap motor yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Selain itu, ia berpesan kepada para pembalap, khususnya atlet asal Kutai Kartanegara, agar menjadikan kejuaraan tersebut sebagai sarana meningkatkan kemampuan dan pengalaman bertanding.

“Jadikan event ini sebagai momentum untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus mengukur kesiapan menghadapi ajang yang lebih besar ke depan. Terus belajar dari setiap pengalaman, baik saat meraih kemenangan maupun ketika menghadapi kekalahan,” katanya.

Bupati juga mengingatkan seluruh peserta untuk selalu mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan selama perlombaan berlangsung.

Sementara itu, Ketua Panitia Kejurprov Putaran IV Piala Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Adji Ades Carita Buana, mengungkapkan bahwa kejuaraan tahun ini diikuti sekitar 280 pembalap dari berbagai daerah, termasuk Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.

Peserta dari Kalimantan Timur berasal dari sembilan kabupaten dan kota, yakni Kutai Kartanegara, Samarinda, Balikpapan, Bontang, Kutai Timur, Berau, Kutai Barat, Penajam Paser Utara, dan Paser.

Menurut Adji, penyelenggaraan event otomotif tersebut juga memberikan kontribusi ekonomi yang cukup besar. Berdasarkan hasil survei IMI Pusat, perputaran ekonomi selama pelaksanaan kejuaraan diperkirakan mencapai Rp1 miliar hingga Rp3 miliar.

“Kami berharap setiap penyelenggaraan event dapat memberikan ruang yang lebih besar bagi pelaku UMKM tanpa dibebani biaya, sehingga manfaat ekonominya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Adji turut mengapresiasi kehadiran langsung Bupati Kutai Kartanegara dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah menjadi motivasi bagi insan olahraga otomotif untuk terus meningkatkan prestasi.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan harapan agar Kutai Kartanegara memiliki sirkuit balap permanen yang representatif. Keberadaan fasilitas tersebut dinilai penting untuk mendukung pembinaan atlet sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

“Kami berharap Kutai Kartanegara ke depan memiliki sirkuit balap permanen. Selain mendukung peningkatan prestasi atlet, fasilitas ini juga akan memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata, perdagangan, jasa, dan komunitas otomotif,” ungkapnya.

Melalui penyelenggaraan Kejurprov Balap Motor Piala Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, olahraga otomotif dinilai semakin menunjukkan perannya sebagai salah satu instrumen pembangunan daerah yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat promosi wisata, serta menciptakan peluang usaha bagi masyarakat.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?