Kepala Pelaksana BPBD Kukar, Setianto Nugroho Aji

BPBD Kukar Pastikan Efisiensi Anggaran Tak Ganggu Penanganan Bencana

Bebaca.id, TENGGARONG – Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dipastikan tidak akan mengurangi kualitas layanan penanganan bencana. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar menegaskan anggaran yang berkaitan langsung dengan respons darurat dan bantuan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas.

Kepala Pelaksana BPBD Kukar, Setianto Nugroho Aji, mengatakan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta melakukan evaluasi penggunaan anggaran guna memastikan belanja daerah lebih efektif dan tepat sasaran.

“Ini memang menjadi kewajiban kami. Bapak Bupati melalui kepala OPD mengharapkan agar dilakukan review internal untuk mengidentifikasi kegiatan atau anggaran mana yang masih harus dipertahankan dan mana yang tidak menjadi prioritas,” ujar Setianto, Senin (22/6/2026).

Menurutnya, hasil evaluasi internal menunjukkan bahwa anggaran yang mendukung penanganan bencana secara langsung tetap dipertahankan. Kebutuhan operasional petugas, termasuk pemeliharaan peralatan dan penyediaan bahan bakar, dinilai tidak dapat dikurangi karena berpengaruh terhadap kecepatan respons saat terjadi bencana.

“Yang masih kami pertahankan adalah anggaran untuk teman-teman yang merespons setiap kejadian. Jadi anggaran untuk pemeliharaan peralatan dan anggaran untuk bahan bakar tetap kami pertahankan,” katanya.

Selain itu, BPBD juga memastikan ketersediaan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana tetap terjaga. Pengadaan logistik darurat dan kebutuhan dapur umum menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan pemenuhan kebutuhan dasar warga saat menghadapi situasi darurat.

Setianto menegaskan kehadiran pemerintah dalam setiap kejadian bencana sangat penting untuk membantu masyarakat mempercepat proses pemulihan.

“Dalam setiap kejadian, pemerintah harus hadir memberikan bantuan dan merespons kebutuhan masyarakat. Apalagi kalau masyarakat memerlukan dapur umum, maka harus segera bisa dioperasikan agar kehidupan sosial mereka cepat pulih setelah kejadian,” ujarnya.

Meski demikian, keterbatasan anggaran membuat sejumlah program pendukung untuk sementara harus ditunda. Beberapa kegiatan seperti patroli bersama dan simulasi kebencanaan belum dapat dilaksanakan hingga kondisi anggaran memungkinkan.

“Mau tidak mau, karena anggarannya belum tersedia, sementara kita tunda dulu. Kalau memungkinkan, tahun depan bisa kita usulkan lagi,” pungkasnya.

BPBD Kukar memastikan langkah efisiensi yang dilakukan tidak akan mengurangi kesiapsiagaan petugas maupun kualitas pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam penanganan situasi darurat kebencanaan.

Foto : Setianto

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?