Usaha rental sepeda tersebut berlokasi di Gang 4, Jalan Mayjend DI Panjaitan, Kelurahan Loa Ipuh

Berawal dari Tren Gowes, Pemuda di Tenggarong Buka Usaha Rental Sepeda

Bebaca.id, TENGGARONG – Tren olahraga bersepeda yang berkembang di Tenggarong membawa berkah bagi Riswan (30), warga Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong. Berawal dari rasa penasaran mengikuti tren olahraga yang sedang populer, ia kini menjalankan usaha penyewaan sepeda yang diminati masyarakat.

Usaha rental sepeda tersebut berlokasi di Gang 4, Jalan Mayjend DI Panjaitan, Kelurahan Loa Ipuh. Dalam tiga bulan terakhir, sejumlah sepeda gunung miliknya kerap disewa warga untuk berolahraga sekaligus menikmati berbagai destinasi di Kota Raja.

Riswan mengatakan ide membuka usaha tersebut muncul setelah melihat meningkatnya aktivitas olahraga masyarakat di ruang-ruang publik. Awalnya, ia hanya mencoba menyewa sepeda untuk berkeliling kota dan melihat potensi yang dapat dikembangkan.

“Awalnya saya ikut-ikutan saja. FOMO melihat orang-orang olahraga,” kata Riswan.

Menurutnya, lokasi usahanya cukup strategis karena berada di jalur yang terhubung dengan sejumlah titik wisata di Tenggarong, seperti kawasan Jalan Panjaitan-Kartini, taman-taman kota, hingga jalur Timbau menuju Jembatan Kutai Kartanegara.

Berbekal keyakinan tersebut, Riswan membeli lima unit sepeda gunung untuk disewakan. Namun tingginya minat masyarakat membuat seluruh unit yang tersedia kerap habis disewa, terutama pada akhir pekan dan hari libur.

Melihat tingginya permintaan, ia kemudian menambah armada hingga kini berjumlah delapan unit sepeda.

“Untuk hari Jumat, Sabtu, dan Minggu biasanya orang sudah reservasi H-1 atau H-2. Kalau tidak pesan dulu, sering kali kehabisan,” ujarnya.

Riswan menawarkan tarif sewa Rp5 ribu untuk 30 menit, Rp10 ribu per jam, dan Rp60 ribu untuk penggunaan seharian penuh. Pemesanan dapat dilakukan melalui akun Instagram @sepedaguys dengan mengisi formulir terlebih dahulu.

Untuk persyaratan sewa, pelanggan yang datang menggunakan kendaraan dapat meninggalkan kendaraannya di lokasi sebagai jaminan. Sementara penyewa yang tidak membawa kendaraan cukup menyerahkan kartu identitas.

Meski baru berjalan selama tiga bulan, Riswan mengaku usahanya mendapat respons positif dari masyarakat. Menurutnya, tingginya minat warga terhadap olahraga dan aktivitas luar ruang menjadi faktor yang mendorong perkembangan usaha tersebut.

Ia mengungkapkan modal yang dikeluarkan untuk membeli sepeda berkisar antara Rp1,5 juta hingga lebih dari Rp4 juta per unit. Selain itu, biaya perawatan dan perbaikan juga menjadi bagian dari operasional yang harus dipenuhi.

Kendati demikian, Riswan menilai usaha yang dijalankannya memberikan manfaat tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi masyarakat yang ingin berolahraga dengan biaya terjangkau tanpa harus membeli sepeda sendiri.

“Menurut saya ini worth it. Orang bisa olahraga, bisa jalan-jalan menikmati Tenggarong, dan biayanya juga terjangkau,” katanya.

Di sela pekerjaannya di sebuah perusahaan, Riswan tetap meluangkan waktu untuk mengelola usaha rental sepeda tersebut. Dari sekadar mengikuti tren olahraga, ia berhasil mengubah hobinya menjadi peluang usaha yang menjanjikan di Tenggarong.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?