Lapangan Apel Mako Polres Kukar, Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Jumat (14/8/2026) pagi.

Antisipasi Karhutla dan El Niño, Polres Kukar Siagakan 200 Personel Gabungan

Bebaca.id, TENGGARONG – Ancaman musim kemarau panjang dan meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjadi perhatian serius di Kutai Kartanegara (Kukar). Menghadapi kondisi tersebut, Polres Kukar memperkuat kesiapsiagaan bersama lintas instansi melalui apel gabungan, Jumat (14/8/2026).

Apel Kesiapsiagaan Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla sekaligus antisipasi fenomena El Niño itu digelar di Lapangan Apel Mako Polres Kukar, Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong.

Kegiatan dimulai sekitar pukul 08.10 WITA dengan melibatkan sekitar 200 peserta. Unsur yang terlibat berasal dari Polres Kukar, Kodim 0906/Kukar, Pemerintah Kabupaten Kukar, BPBD, pemadam kebakaran, Satpol PP hingga perwakilan perusahaan.

Kapolres Kukar AKBP Khairil Basyar bertindak sebagai pimpinan apel, sementara Ipda M. Sapri dipercaya sebagai komandan apel.

Dalam amanatnya, Khairil menekankan perlunya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla di tengah kondisi kemarau. Fenomena El Niño juga menjadi salah satu faktor yang diantisipasi karena berpotensi memengaruhi kondisi cuaca.

Berdasarkan prediksi BMKG yang disampaikan dalam apel, Kukar berpotensi mengalami kondisi kemarau lebih panjang, curah hujan lebih rendah serta penurunan kelembapan udara.

Situasi tersebut berpotensi membuat vegetasi dan lahan semakin kering sehingga lebih mudah terbakar. Risiko penyebaran api juga semakin besar apabila kebakaran terjadi ketika angin bertiup kencang.

“Data nasional juga menunjukkan adanya peningkatan titik panas dan luas lahan terbakar. Oleh karena itu, kesiapsiagaan harus ditingkatkan,” tegas Khairil.

Menghadapi potensi tersebut, seluruh jajaran diminta meningkatkan patroli dan pengawasan selama periode kemarau. Bhabinkamtibmas juga didorong memperkuat sosialisasi langsung kepada masyarakat di wilayah masing-masing.

Edukasi terutama diarahkan pada bahaya membuka maupun membersihkan lahan menggunakan api. Selain pencegahan, kepolisian menegaskan penegakan hukum tetap dilakukan terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran secara melanggar hukum.

Koordinasi lintas sektor juga menjadi salah satu fokus. TNI-Polri, pemerintah daerah, BPBD, Basarnas, perusahaan perkebunan dan kehutanan hingga masyarakat diharapkan dapat bergerak bersama apabila ditemukan titik api.

Simulasi pemadaman secara berkala turut didorong untuk memastikan kesiapan personel maupun peralatan sebelum menghadapi kejadian sebenarnya.

“El Niño adalah ancaman nyata. Namun dengan kesiapsiagaan, patroli, edukasi dan penegakan hukum yang dilakukan mulai hari ini, potensi Karhutla dapat ditekan,” ujarnya.

Selain kesiapan operasional, Khairil mengingatkan personel untuk menjaga kesehatan dan kekompakan selama menjalankan tugas. Kondisi fisik personel dinilai penting mengingat penanganan Karhutla dapat berlangsung dalam waktu panjang dan menghadapi medan yang sulit.

Apel berakhir sekitar pukul 09.00 WITA dalam keadaan aman dan tertib. Kegiatan tersebut sekaligus digunakan untuk mengecek kesiapan personel, sarana dan prasarana yang dapat dikerahkan dalam penanganan Karhutla.

Melalui kesiapsiagaan sejak awal musim kemarau, Polres Kukar bersama seluruh unsur terkait kini memperkuat pencegahan di lapangan. Patroli, edukasi masyarakat hingga koordinasi lintas sektor menjadi langkah utama untuk mencegah titik api berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?