Madinah merupakan anggota DPRD Kukar periode 2024–2029 dari Fraksi PDI Perjuangan

Ibu Empat Anak, Madinah Tempuh Kuliah Sambil Jalankan Tugas sebagai Legislator Kukar

bebaca.id, TENGGARONG – Kesibukan sebagai anggota DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tidak menghentikan Madinah untuk melanjutkan pendidikan.

Ibu empat anak itu kini tengah menempuh pendidikan S1 Administrasi Publik di Universitas Kutai Kartanegara. Pendidikan tersebut dijalaninya bersamaan dengan tugas sebagai anggota DPRD Kukar periode 2024–2029 dari Fraksi PDI Perjuangan.

Sebelumnya, Madinah menempuh pendidikan di SMK Kesatuan 2 Samarinda dengan bidang Sekretaris. Cv Madinahh.pdf

Perjalanan Madinah menuju parlemen juga terbilang panjang. Sebelum berkecimpung dalam pemerintahan dan politik, ia terlebih dahulu bekerja di sektor swasta.

Pada 2001–2006, Madinah bekerja di bagian administrasi produksi PT Rian Eka Pratama. Ia menangani administrasi kegiatan produksi, termasuk pengelolaan data, dokumen, pencatatan, dan pengarsipan. Cv Madinahh.pdf

Pada 2007–2009, ia kemudian bekerja di bidang accounting di PT Transteck Engineering. Pekerjaannya meliputi administrasi dan pencatatan keuangan serta pengelolaan data dan dokumen keuangan perusahaan. Cv Madinahh.pdf

Perjalanan karier itu berubah pada 2010 ketika Madinah dipercaya menjadi Kepala Desa Santan Ilir, Kecamatan Marangkayu. Ia memimpin desa tersebut selama dua periode hingga 2022. Cv Madinahh.pdf

Dua belas tahun memimpin desa kemudian menjadi salah satu bekalnya untuk melangkah ke dunia politik dan akhirnya duduk sebagai anggota DPRD Kukar.

“Motivasi saya sederhana, yaitu ingin memperjuangkan aspirasi masyarakat agar dapat diwujudkan dalam bentuk kebijakan dan program yang benar-benar bermanfaat. Politik merupakan sarana untuk menghadirkan perubahan yang lebih baik bagi masyarakat,” kata Madinah.

Kini, di tengah aktivitas sebagai legislator dan ibu dari empat anak, Madinah masih memilih melanjutkan pendidikan.

Perhatiannya terhadap perempuan juga dibawa ke ruang politik. Ia mendorong perempuan, terutama generasi muda, agar tidak takut mengambil peran dalam kehidupan publik.

Menurut dia, keterlibatan perempuan dalam politik bukan sekadar persoalan menduduki jabatan, tetapi juga kesempatan untuk membawa gagasan dan kepentingan masyarakat ke ruang pengambilan keputusan.

“Politik adalah ruang pengabdian untuk membawa perubahan. Bekali diri dengan ilmu, integritas, semangat melayani, dan jangan takut menyampaikan gagasan demi kemajuan daerah,” ujarnya.

Perjalanan Madinah dari pekerja administrasi, accounting, kepala desa hingga anggota DPRD menjadi pengalaman yang membentuk kiprahnya di pemerintahan dan politik.

Kini, sambil menjalankan tugas di parlemen, ia masih menambah satu perjalanan lain: menyelesaikan pendidikan tinggi yang tengah ditempuhnya.

Dua angle ini bisa diterbitkan terpisah karena fokusnya tidak bertabrakan: berita pertama kuat untuk isu Komisi II dan ekonomi masyarakat, sedangkan berita kedua lebih human interest, perempuan, ibu empat anak, pendidikan, dan perjalanan karier.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?