Dua anak berusia tujuh tahun meninggal dunia setelah tenggelam saat bermain air di Sungai Loa Haur, Desa Bakungan, RT 16, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar)

Tragedi di Loa Janan, Dua Bocah Tenggelam Saat Sungai Sedang Surut

Bebaca.id, TENGGARONG – Niat spontan untuk menolong teman diduga menjadi bagian dari tragedi yang merenggut nyawa dua bocah berusia tujuh tahun di Sungai Loa Haur, Desa Bakungan, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara (Kukar). Keduanya ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya bermain dan mandi di sungai tanpa pengawasan orang dewasa.

Peristiwa tersebut terjadi Senin (31/8/2026). Berdasarkan informasi saksi dan rekaman kamera pengawas (CCTV), kedua korban diketahui berada di sekitar sungai sejak pukul 13.00 WITA.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kukar Fida Hurasani mengatakan kondisi Sungai Loa Haur saat kejadian sedang surut. Meski demikian, arus air masih cukup kuat.

“Kalau menurut saksi di CCTV kemarin, korban bermain sambil mandi. Kondisi air memang sedang turun, tetapi arusnya deras. Kalau air turun, arusnya sangat terasa. Itulah mungkin penyebabnya,” kata Fida, Selasa (1/9/2026).

Rekaman CCTV menunjukkan kedua anak masih berada di sekitar lokasi hingga kurang lebih pukul 13.45 WITA. Setelah itu, keberadaan keduanya tidak lagi terlihat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun petugas, salah seorang korban diduga lebih dahulu mengalami kesulitan hingga tenggelam.

Melihat temannya dalam bahaya, korban lainnya diduga berusaha memberikan pertolongan. Namun, upaya tersebut diduga membuatnya turut terseret dan tenggelam.

“Korban pertama itu yang duluan menjadi korban. Kemungkinan besar korban kedua menyusul karena ingin membantu temannya karena melihat temannya jatuh. Akhirnya dia ikut berupaya menolong,” ujar Fida.

Fida menegaskan kronologi mengenai korban kedua yang berusaha menolong temannya masih berupa dugaan berdasarkan informasi yang diterima petugas dan rekaman CCTV.

Laporan hilangnya kedua bocah baru diterima Mako Damkarmatan Kukar pada Senin malam sekitar pukul 21.23 WITA.

Petugas kemudian bergerak menuju lokasi dan melakukan pencarian di sekitar Sungai Loa Haur. Operasi tersebut melibatkan Damkarmatan Kukar, Basarnas, Polairud, TNI, Polri, relawan, keluarga korban dan masyarakat.

Dalam operasi pencarian, Damkarmatan Kukar mengerahkan satu unit mobil rescue serta satu unit perahu. Penyisiran dilakukan dari lokasi terakhir kedua korban diketahui berada.

Pencarian kemudian menemukan korban pertama sekitar pukul 11.40 WITA. Korban ditemukan sekitar 50 meter ke arah hulu dari titik awal kejadian.

Sekitar dua jam kemudian, pada pukul 14.00 WITA, korban kedua berhasil ditemukan. Berbeda dengan korban pertama, korban kedua ditemukan sekitar 50 meter ke arah hilir.

“Jadi, terpisah. Yang satu menuju ke hulu sekitar 50 meter dari titik TKP, yang satu lagi sekitar 50 meter ke hilir,” jelas Fida.

Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Setelah proses evakuasi selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian Damkarmatan Kukar, terutama terkait pentingnya pengawasan terhadap anak-anak yang beraktivitas di sekitar sungai.

Fida mengingatkan bahwa kondisi permukaan air yang terlihat surut tidak berarti sungai aman untuk anak-anak. Arus, kedalaman maupun kondisi dasar sungai dapat tetap membahayakan.

“Imbauannya, insiden ini mungkin dipengaruhi kurangnya pengawasan orang tua atau orang dewasa. Anak jangan sampai dilepaskan begitu saja kalau bermain di tempat yang berbahaya, terutama di air,” katanya.

Menurutnya, anak-anak belum sepenuhnya memiliki kemampuan untuk mengenali bahaya maupun mengambil tindakan penyelamatan ketika menghadapi kondisi darurat di perairan.

“Mereka mandi di air tanpa pengawasan orang tua atau orang dewasa,” ujarnya.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?