Penulis : SultanAL
TENGGARONG – Pemerintah Desa Kedang Murung terus memaksimalkan potensi lokal dengan menjadikan sektor perkebunan sawit dan perikanan sebagai penopang utama perekonomian masyarakat.
Kondisi lahan yang didominasi rawa membuat pengembangan pertanian padi sulit dilakukan, sehingga desa memilih fokus pada dua komoditas unggulan tersebut.
“Kami memanfaatkan potensi lokal dari sawit dan nelayan agar ekonomi desa tetap berjalan, sambil menyiapkan strategi jangka panjang melalui pariwisata,” kata Kepala Desa Kedang Murung, Junaidy.
Menurutnya, pengelolaan potensi lokal menjadi kunci agar masyarakat memiliki sumber penghidupan yang pasti. Sekitar 65 persen wilayah Kedang Murung berupa dataran rendah atau rawa, sehingga tidak memungkinkan untuk budidaya padi secara maksimal.
Karena itu, sektor sawit dan perikanan dinilai paling realistis untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus menopang perekonomian warga. Perkebunan sawit menjadi tulang punggung pendapatan masyarakat, sementara hasil perikanan dari sungai dan danau memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
“Ketahanan pangan di Kedang Murung lebih banyak ditopang dari hasil perikanan. Sedangkan dari sisi pemasukan, sawit menjadi tumpuan utama warga,” jelasnya.
Junaidy menegaskan, penguatan sektor lokal akan membantu desa menghadapi berbagai tantangan ke depan. Pemerintah desa berkomitmen menjaga keberlanjutan perkebunan sawit dan perikanan dengan melibatkan masyarakat secara aktif.
Dengan strategi berbasis potensi alam, Kedang Murung optimistis perekonomian warga dapat tetap stabil. Upaya ini juga menjadi fondasi untuk mengembangkan sektor baru, termasuk pariwisata di masa mendatang.
Foto : Ilustrasi



