Bebaca.id, TENGGARONG – Aksi unjuk rasa yang digelar di DPRD Kutai Kartanegara pada Senin (4/5/2026) disebut sebagai bentuk respons atas polemik yang berkembang terkait kebijakan dan pernyataan Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani.
Koordinator aksi yang juga Ketua Umum Remaong Kutai Berjaya (RKB), Hebby Nurlan Arafat, mengatakan bahwa demonstrasi tersebut dipicu oleh sejumlah sikap Ahmad Yani yang menuai sorotan publik.
“Aksi ini merupakan respons terhadap beberapa kebijakan serta pernyataan Ketua DPRD Kukar yang belakangan dinilai janggal dan ramai diperbincangkan di media,” ujar Hebby usai aksi di Tenggarong.
Hebby juga menyinggung dugaan pelanggaran tugas dan fungsi oleh pimpinan DPRD, khususnya terkait keterlibatan dalam memfasilitasi organisasi dari luar daerah. Ia menilai langkah tersebut berpotensi menimbulkan konflik di tengah masyarakat.
“Kami menilai ada penyalahgunaan kewenangan, yakni memfasilitasi organisasi dari luar yang bahkan tidak terdaftar di Kukar dan telah mendapat penolakan di Kalimantan Timur. Namun justru diundang, sehingga memicu konflik beberapa waktu lalu hingga berujung proses hukum terhadap sejumlah pihak,” tegasnya.
Dalam tuntutannya, massa aksi mendesak Ahmad Yani untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua DPRD Kukar.
“Intinya kami meminta Saudara Ahmad Yani untuk mundur dari posisinya sebagai Ketua DPRD Kutai Kartanegara,” kata Hebby.
Ia menambahkan, pihaknya telah menerima tanggapan awal dari perwakilan fraksi di DPRD, khususnya dari Fraksi PDI Perjuangan. Aspirasi yang disampaikan disebut akan diteruskan ke tingkat pusat.
“Tadi sudah ada respons dari Ketua Fraksi PDIP. Mereka menyampaikan bahwa seluruh aspirasi, termasuk pernyataan sikap dan dokumen tuntutan, akan diteruskan ke DPP di Jakarta untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.
Ke depan, Hebby berharap pimpinan DPRD Kukar yang menjabat nantinya dapat lebih mengakomodasi kepentingan masyarakat lokal serta menjaga nilai-nilai adat dan budaya daerah.
“Kami berharap ke depan, siapa pun yang menjadi Ketua DPRD Kukar bisa lebih berpihak kepada masyarakat lokal dan menjunjung tinggi adat serta budaya Kalimantan Timur,” pungkasnya.



