Bebaca.id, Tenggarong – Ketersediaan air merupakan urat nadi bagi keberlangsungan dan produktivitas sektor pertanian. Menyadari vitalnya kebutuhan tersebut, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memacu langkah pembangunan dan pembenahan infrastruktur pengairan, mulai dari optimalisasi jaringan irigasi hingga penyediaan fasilitas sumur bor di sentra-sentra pertanian masyarakat.
Meski belum seluruh usulan warga dapat diakomodasi secara serentak, sejumlah paket pekerjaan perbaikan tata air mulai dieksekusi tahun ini. Deretan proyek ini merupakan realisasi dari usulan yang telah dimatangkan pada perencanaan sebelumnya, dengan tetap menyesuaikan kapasitas porsi anggaran daerah.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PU Kukar, Awang Agus Sahbani, memaparkan bahwa beberapa pekerjaan strategis yang kini tengah dikerjakan meliputi pembangunan instalasi pintu air di kawasan Jonggon dan Bukit Raya, serta sejumlah proyek pendukung pengairan di kawasan lumbung padi Tenggarong Seberang.
“Kalau irigasi dari usulan yang kami usulkan tahun kemarin, cuma beberapa yang bisa dilaksanakan karena keterkaitan anggarannya. Di Jonggon 1, terus di Bukit Raya ada juga pembangunan pintu air. Di Jonggon juga pintu air,” jelasnya, Selasa (3/11/2026).
Awang merincikan, alokasi pagu anggaran yang tersedia untuk Bidang SDA pada tahun ini menembus kisaran Rp8 miliar. Keterbatasan postur anggaran tersebut mengharuskan pemerintah daerah bekerja secara bertahap dengan memilah skala prioritas, di tengah tingginya permohonan pembangunan fasilitas pengairan dari kelompok tani.
Intervensi infrastruktur ini dirasa sangat mendesak. Terlebih belakangan ini, kondisi curah hujan yang tak menentu memicu penyusutan drastis pada debit air sungai, sehingga menjadi tantangan berat bagi petani yang sangat bergantung pada pasokan air alami.
Untuk menyiasati defisit air sungai, Dinas PU tidak sekadar memperbaiki jaringan yang rusak, tetapi juga berinovasi dengan memperlebar dimensi saluran agar kapasitas daya tampung air menjadi lebih maksimal.
“Karena kami kan butuhnya air, pertaniannya air. Kondisi sekarang memang lagi surut. Jadi bagaimana caranya kami bisa memasukkan air dari sungai yang kondisi levelnya ini sudah jauh beda. Untuk penambahan dimensi yang kemarin satu meter, supaya penampungan air lebih banyak,” terangnya.
Selain berfokus pada infrastruktur irigasi permukaan, solusi ketersediaan air juga dijawab melalui pengadaan sumur bor. Menariknya, program strategis ini tidak dikerjakan sendiri oleh pemerintah daerah, melainkan buah kolaborasi sinergis antara Pemkab Kukar dan jajaran TNI melalui program Karya Bakti maupun TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).
Dalam skema kerja sama tersebut, Dinas PU berperan penuh menyiapkan seluruh spesifikasi material, sementara eksekusi pengerjaan fisik di lapangan digarap oleh tangan-tangan tangguh personel TNI. Salah satu titik pelaksanaannya saat ini berlokasi di kawasan Jembayan Tengah, Kecamatan Loa Kulu.
Awang mengungkapkan, terhitung sejak 2024, sinergi ini telah berhasil melahirkan sekitar 30 titik sumur bor yang didedikasikan khusus untuk mengairi lahan pertanian.
“Kalau di Kukar sendiri yang untuk pertanian banyak, ada mungkin 30 titik. Kami sudah melaksanakan mulai tahun 2024 dan itu semuanya kami laksanakan dengan kerja sama TNI melalui kegiatan Karya Bakti dan TMMD,” ungkapnya.
Untuk membangun satu titik sumur bor, dibutuhkan suntikan anggaran rata-rata berkisar Rp300 juta. Pengeboran dilakukan dengan tingkat kedalaman antara 60 hingga 80 meter, menyesuaikan lapisan kontur tanah hingga sumber mata air melimpah berhasil ditemukan.
Sejauh ini, titik-titik sumur bor difokuskan penyebarannya pada lima kawasan pertanian prioritas di Kutai Kartanegara. Kawasan tersebut dinilai memiliki bentangan luas lahan pertanian yang sangat masif dan berkontribusi besar bagi ketahanan pangan daerah.
“Kawasan prioritas pertanian ini ada lima, Tenggarong Seberang, Tenggarong Seberang itu ada dua, Tenggarong Seberang satu, dua, sebulu muara kaman, itu satu hamparan, Tenggarong, sama di Marangkayu,” ungkapnya.
Melalui optimalisasi jaringan irigasi dan masifnya pengadaan sumur bor ini, Pemkab Kukar menaruh asa besar agar ancaman krisis air tak lagi menjadi momok yang menghantui para petani saat musim kemarau tiba. Pasokan air yang stabil dan melimpah kelak diharapkan mampu mendongkrak kuantitas panen, yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan petani dan mengukuhkan posisi Kukar sebagai lumbung pangan andalan di Kalimantan Timur.
(*adv/diskominfo)
Editor : Reihan Noor



