Bebaca.id, TENGGARONG — PDI Perjuangan Kutai Kartanegara tidak hanya merapikan struktur internal, tetapi juga mulai memancang target politik yang lebih tinggi. Melalui Musyawarah Anak Cabang (Musancab) di Gedung Putri Karang Melenu, Sabtu, 25 April 2026, partai ini menegaskan arah baru: regenerasi kader sekaligus konsolidasi menuju Pemilu 2029.
Penyegaran dilakukan di tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) di 20 kecamatan. Komposisi baru ini didominasi kader muda, sementara sejumlah pengurus lama yang telah beberapa kali menjabat didorong naik ke struktur DPC.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kukar, Rendi Solihin, menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari strategi besar partai untuk memperkuat fondasi dari tingkat bawah.
“Ini pertama kali kita lakukan secara menyeluruh. Kita refresh PAC di 20 kecamatan,” ujarnya.
Menurut Rendi, kehadiran kader muda bukan sekadar pelengkap, melainkan motor baru yang diharapkan mampu menggerakkan partai lebih agresif menghadapi kontestasi politik ke depan.
“Ada kombinasi, tapi memang mayoritas sekarang anak-anak muda. Ini energi baru bagi partai,” katanya.
Di tengah proses regenerasi itu, Rendi tetap menegaskan posisi Kukar sebagai basis kuat PDI Perjuangan. Ia memastikan soliditas partai tetap terjaga.
“Kita tidak ke mana-mana. Ini rumah kita, kandang banteng Kutai Kartanegara. Dan banteng hari ini tetap solid,” tegasnya.
Namun, lebih dari sekadar menjaga basis, ia mulai mengarahkan pandangan ke target yang lebih ambisius. PDI Perjuangan Kukar saat ini memiliki 16 kursi di DPRD, dan pada Pemilu 2029 mendatang, partai menargetkan peningkatan signifikan.
“Target kita jelas, 19 kursi di 2029,” ujarnya.
Untuk mencapai itu, Rendi menekankan pentingnya pendekatan berbasis akar rumput. Ia meminta seluruh kader, khususnya anggota fraksi, tidak hanya aktif saat pemilu, tetapi konsisten hadir di tengah masyarakat.
“Fraksi harus turun ke lapangan, temui masyarakat, dengar keluhan, beri solusi,” katanya.
Ia juga menegaskan sikap partai yang menolak praktik “politik dua kaki” serta memastikan seluruh kader bergerak dalam satu barisan.
Di sisi lain, PDI Perjuangan Kukar mulai membuka ruang lebih luas bagi generasi muda, termasuk Gen Z dan Alpha, agar lebih terlibat dalam dinamika politik daerah. Menurut Rendi, kelompok ini akan menjadi penentu arah politik di masa depan.
“Kita lebih terbuka untuk semua kalangan, terutama generasi muda agar mereka aware terhadap politik,” ujarnya.
Dengan kombinasi regenerasi, konsolidasi, dan strategi akar rumput, PDI Perjuangan Kukar menatap 2029 dengan optimisme. Bagi partai berlambang banteng itu, penyegaran hari ini adalah pijakan untuk pertarungan yang lebih besar di masa depan.



