Penulis : SultanAL
TENGGARONG – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) terus mendorong penguatan internal partai sebagai langkah awal menghadapi kontestasi politik mendatang. Hal tersebut disampaikan Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, saat menghadiri Musyawarah Anak Cabang (Musancab) di Kutai Kartanegara (Kukar), Sabtu (25/4/2026), di kawasan Putri Karang Melenu, Tenggarong Seberang.
Dalam kesempatan itu, Ananda menekankan pentingnya kekompakan seluruh kader sebagai fondasi utama perjuangan partai.
“Pesannya tegas, seluruh kader harus solid. Satu rasa dan satu tujuan. Ketika satu bergerak, semua ikut bergerak. Baik dalam kondisi sulit maupun senang, harus dirasakan bersama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, partai saat ini menaruh perhatian pada dua agenda strategis. Salah satunya adalah penguatan konsolidasi elektoral sebagai persiapan menuju Pemilu 2029. Upaya tersebut mencakup pembenahan struktur organisasi, penyiapan bakal calon legislatif, hingga kesiapan saksi di lapangan.
“Persiapan tidak bisa dilakukan mendadak. Semua harus dirancang sejak awal, mulai dari organisasi, caleg, sampai saksi sebagai bagian dari strategi pemenangan,” tegasnya.
Selain fokus elektoral, Ananda juga mengingatkan pentingnya kerja nyata di tengah masyarakat. Ia meminta kader, khususnya di Kukar, untuk lebih aktif turun langsung dan menyerap aspirasi warga.
“Kader harus hadir di tengah masyarakat, mendengar kebutuhan mereka, kemudian berupaya menghadirkan solusi yang nyata,” katanya.
Menurutnya, kekuatan PDI Perjuangan di Kukar cukup besar karena ditopang oleh tiga pilar utama partai, yakni unsur eksekutif, legislatif, dan struktur organisasi. Sinergi ketiganya dinilai menjadi modal penting dalam menjangkau aspirasi masyarakat hingga ke tingkat paling bawah.
“Kita memiliki tiga pilar yang lengkap. Ini harus dimanfaatkan secara maksimal untuk benar-benar memahami kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menyinggung tantangan ekonomi yang berdampak hingga ke daerah, termasuk Kutai Kartanegara. Menurutnya, penurunan kapasitas anggaran daerah menjadi persoalan yang perlu disikapi secara serius.
“Kondisi ekonomi global turut berpengaruh ke daerah. Karena itu, kader harus berani menyuarakan program-program yang benar-benar tepat sasaran bagi masyarakat,” jelasnya.
Terkait dinamika internal partai, termasuk soal usulan posisi ketua, Ananda menegaskan bahwa kewenangan sepenuhnya berada pada Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
“Semua keputusan ada di DPP, sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan yang mereka miliki,” pungkasnya.



