flyer

12 Siswa SMP di Samarinda Diduga Positif Narkoba, Disdikbud Siapkan Penguatan Pengawasan

Bebaca.id, SAMARINDA – Kabar mengenai 12 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Samarinda yang diduga positif mengonsumsi narkoba jenis kanabinoid sintetis atau dikenal sebagai ‘sinte’ menjadi perhatian publik. Persoalan tersebut turut dibahas dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara DPRD Samarinda dan sejumlah instansi terkait.

Dilansir dari Eksposkaltim, Komisi IV DPRD Samarinda menggelar RDP terkait Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), Kamis (20/8/2026).

Pertemuan tersebut melibatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda serta Badan Narkotika Nasional (BNN). Pembahasan dilakukan di tengah mencuatnya informasi mengenai dugaan penyalahgunaan narkoba yang melibatkan belasan pelajar SMP.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Samarinda, Wahiduddin, mengatakan penanganan berkaitan dengan temuan narkoba tersebut berada dalam ranah BNN. Disdikbud akan melakukan tindak lanjut apabila telah memperoleh informasi terkait kasus itu.

“Itu nanti ke BNN langsung ranahnya. Kita nanti akan tetap tindak lanjut kalau memang sudah dapat informasi,” ujar Wahiduddin.

Selain penanganan terhadap kasus yang telah ditemukan, muncul pula pembahasan mengenai kemungkinan memperketat pengawasan di lingkungan sekolah. Salah satu langkah yang dipertimbangkan adalah pemeriksaan secara berkala terhadap warga sekolah.

“Rencana ke arah sana memang ada,” katanya.

Namun, langkah tersebut belum dipastikan pelaksanaannya. Wahiduddin menyebut mekanisme penanganan masih perlu dibahas sebelum nantinya diterapkan di lingkungan pendidikan.

“Kalau memang treatment-nya begitu, akan kita lakukan,” tambahnya.

Dalam RDP bersama Komisi IV DPRD Samarinda, pembahasan dari sisi pendidikan disebut lebih banyak diarahkan pada aspek kurikulum sebagai bagian dari upaya pencegahan.

“Di dalam hanya bahas tentang kurikulum,” ujarnya.

Sementara itu, belum diperoleh penjelasan lebih lanjut dari BNN mengenai perkembangan penanganan terhadap 12 siswa yang disebut positif mengonsumsi narkoba jenis kanabinoid sintetis tersebut.

Pihak BNN yang hadir dalam RDP belum memberikan keterangan kepada awak media mengenai perkembangan kasus maupun langkah penanggulangan yang akan dilakukan ke depan.

Munculnya dugaan penyalahgunaan narkoba yang melibatkan belasan pelajar menambah perhatian terhadap pengawasan di lingkungan pendidikan Samarinda. Di tengah belum terungkapnya secara rinci penanganan kasus tersebut, koordinasi antara sekolah, Disdikbud, BNN hingga keluarga menjadi bagian penting untuk mencegah penyalahgunaan narkoba semakin menjangkau kalangan pelajar.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?